Direktur PT MSM Tegaskan, Tidak Akan Menghentikan Bantuan Beasiswa

Pasca Dipulangkan 35 Mahasiswa Asal Minut dari Wuhan

0
32

David Sompie, Direktur PT. MSM.
David Sompie, Direktur PT. MSM. 

CINTASULUT.COM,- Direktur PT. Meares Soputan Mining (MSM) David Sompie, secara tegas mangatakan bahwa program Beasiswa yang disiapkan PT. MSM tidak akan dihentikan. Dengan alasan, beasiswa tersebut sudah menjadi komitmen PT. MSM untuk melanjutkan program ini sebagai bagian dari Corporate Social Responsbility (CSR) PT. MSM dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN).
“Ini sudah menjadi komitmen kami. Namun saja, pihak perusahaan akan menunggu notification dari pemerintah bahwa di China sudah aman untuk dikunjungi, aman untuk didatangi, dan aman untuk mengecap pendidikan. Mereka akan kami kembalikan untuk melanjutkan studi,” ucap Sompi saat menjemput kedatangan 35 Mahasiswa dari Shanghai, Cina di Bandara Sam Ratulangi, Jumat (31/1/2020) sekira pukul 07:35 WITA.
Selain itu, lanjut dikatakan Sompie, sejak merebaknya virus corana, PT MSM langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, untuk segera memulangkan mahasiswa Sulut yang kuliah di China.
“Ya, kami mendapatkan arahan dari Gubernur pak Olly Dondokambey, untuk segera bergerak cepat memulangkan mahasiswa asal Sulut yang sedang kuliah disana,” tandas Sompie.

Claudio Surentu, salah satu mahasiswa.
Claudio Surentu, salah satu mahasiswa.

Terpisah, Claudio Surentu salah satu mahasiswa asal Desa Kokoleh I Minut berujar, sejak Virus Corona merebak, mereka mendapatkan penanganan cukup baik.
“Termasuk pemeriksaan kesehatan oleh pihak Jiangsu Colleges yang memastikan mereka tidak terjangkit virus mematikan ini,” tutur dia.
“Kami merasa berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan perusahaan PT MSM yang dengan cepat mengantisipasi untuk segera memulangkan kami ke Manado, karena penyebaran virus corona di Wuhan yang sudah memakan korban jiwa,” sebut dia.
Untuk diketahui, 35 penerima Beasiswa PT Meares Soputan Mining (MSM) Batch 2 ini sedang kuliah di Jiangsu Agri Husbandry Vocational Colleges, kota Taizhou, Propinsi Jiangshu, Tiongkok. Namun terpaksa harus kembali di Manado disebabkan merebaknya wabah Virus Corona yang melanda Provinsi Wuhan dan sekitarnya. Dari kota Taizhou, para pelajar tersebut harus menempuh 5 jam perjalanan menuju bandara Pudong di Sanghai dan disambut Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Sanghai, Mohammad Arifin.
Dan, setelah mendapatkan support makanan dan vitamin, para mahasiswa ini melakukan proses pemeriksaan kesehatan dan clearance.
Kedatangan para mahasiswa tersebut di Manado menggunakan maskapai penerbangan Lion Air JT2750.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY