Akhirnya, Kebutuhan SMK 1 Dumoga Diperhatikan Pemerintah

Komisi IV Perjuangkan Anggaran Pembangunan Toilet dan Pengadaan Genset

0
107
james-sumendap-dan-rita-lamusu
James Karinda dan Rita Lamusu Manoppo, dua personil Komisi IV DPRD Sulut yang getol memperjuangkan kebutuhan SMK Negeri 1 Dumoga

CINTASULUT.COM,- Permasalahan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow yang tidak memiliki toilet dan listrik akhirnya terselesaikan.  Pasalnya, pada pembahasan APBD Perubahan tahun 2016 antara Komisi IV DPRD Sulut dan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut beberapa hari lalu, komisi yang membawahi bidang Kesejahteraan Rakyat itu getol meminta dinas terkait memperhatikan kondisi sekolah tersebut.

Alhasil, walaupun sempat bersitegang karena tidak diakomodir pada tahap sinkronisasi sehingga sempat diprotes keras oleh Legislator dari Dapil Bolmong Raya Rita Lamusu Manoppo, akhirnya dana berbanderol Rp150-juta pun siap disalurkan untuk pembangunan toilet dan pengadaan genset.

“Harus seperti itu.  Ini sudah sangat mendesak.  Sekolah ini sempat terkenal di Indonesia Bagian Timur dan sudah menciptakan begitu banyak Aparat Sipil Negara (ASN).  Bagaimana mungkin tidak ditunjang oleh infrastruktur bangunan dan fasilitas yang layak?” seru Lamusu kepada wartawan usai paripurna, Kamis (29/9/2016).

Menurut Lamusu, sekolah yang terletak di Desa Mokintop, Dumoga Timur ini sebelumnya bernama Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA).  Dengan luas 32 hektar, sekolah ini pernah berjaya di tahun 1980-an hingga 1990-an sebagai sekolah terbaik dan terbesar di Indonesia Timur karena menghasilkan tenaga-tenaga berkualitas di bidang pertanian.

Sayangnya, sebagai imbas Dumoga yang bergejolak di akhir 1990-an dan awal 2000-an, banyak fasilitas sekolah ini yang rusak.  Dan saat Dumoga sudah kondusif fasilitas sekolah yang rusak kurang mendapat perhatian meski sekolah masih terus beraktivitas.  Saat ini lebih dari  100 siswa masih menuntut ilmu di sekolah ini.

Masuknya kebutuhan sekolah pertanian itu dalam APBD-P 2016 pun mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV James Karinda.   sangat mengapresiasi sikap dan tindakan pemerintah provinsi yang sudah mencantumkan kebutuhan sekolah pertanian itu di APBD-P 2016. “Terima kasih.  Kami mengapresiasi sikap dan tindakan pemerintah provinsi yang sudah membantu sekolah itu lewat dinas pendidikan. Keprihatinan dan kekuatiran para siswa dan guru pun terjawab sudah dengan tertatanya dana bantuan di APBD-P ini,” tutup Legislator dari dapil Manado ini. (jane)

LEAVE A REPLY