Kasus Solar Cell, FDS Divonis 1,4 Tahun Bui

0
35
Terdakwa FDS alias Salindeho saat mendengarkan putusan hakim dalam persidangan kasus dugaan korupsi Solar Cell, Senin (23/4/2018) sore.
Terdakwa FDS alias Salindeho saat mendengarkan putusan hakim dalam persidangan kasus dugaan korupsi Solar Cell, Senin (23/4/2018) sore.

CINTASULUT.COM,- Terdakwa FDS alias Salindeho (52) sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP), atas kasus dugaan korupsi pengadaan lampu penerangan jalan Solar Cell di Pemkot Manado TA 2014, akhirnya divonis 1,4 tahun penjara, denda Rp50 juta, dan subsider 1 bulan oleh Majelis Hakim yang diketuai Julien Mamahit, didampingi Hj Halidja Wally dan AdHoc Emma Ellyani dan Panitera Pengganti (PP) Fonneke Tamara, dalam persidangan di pengadilan Tipikor Manado, Senin (23/4/2018) sore tadi.
Sesuai amar putusan, terdakwa FDS terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dalam pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang peberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Terkait putusan tersebut, terdakwa FDS belum nyatakan sikap apakah menerima putusan tersebut ataukan akan menempuh jalur hukum banding.
“Pikir-pikir dulu, ujar terdakwa menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim.
Patut diketahui, dalam perkara korupsi proyek yang merugikan negara hingga Rp3 miliar lebih itu, terdakwa Salindeho telah memainkan peran sebagai Ketua Pokja ULP.
Menurut dakwaan JPU, waktu itu terdakwa Salindeho tidak menjalankan tugas dengan baik, sehingga PT Subota Internasional Contractor yang digunakan terdakwa Paulus Iwo (Kasasi) dan terpidana Aryanti Marolla, diloloskan begitu saja tanpa ada pengecekan atas penawaran jaminan Penawaran (Bank Garansi) yang diajukan. Padahal, Bank Garansi tidak tercatat dalam sistem Bank Mandiri. Dan menurut ketentuan, seharusnya PT Subota digugurkan pihak Pokja ULP.
Hebatnya lagi, sebelum proyek dikerjakan dan proses lelang tender digelar, terdakwa Salindeho bersama tersangka BJM alias Mailangkay (selaku mantan Kepala Dinas Tata Kota Manado), serta terpidana Lucky dan Robert justru malah telah terlibat pertemuan dengan Aryanti di Hotel Quality.
Dimana, berdasarkan fakta persidangan lalu, terkuak kalau Ariyanti bertandang ke Manado atas perintah Iwo, guna menawarkan brosur solar cell. Nah, ketika PT Subota telah mendapatkan proyek tersebut, dalam pelaksanaannya akhirnya terungkap kalau baterai Bulls Power yang dibeli Iwo di Cina bersama saksi Irene Netty ternyata tidak sesuai dengan kontrak. Dalam kontrak, harusnya terpasang baterei merk Best Solution Batery (BSB).
Aksi terdakwa yang meloloskan PT Subota tanpa melakukan pengecekan langsung ke Bank Mandiri atas Bank Garansi yang diajukan, membelenggu terdakwa dalam perkara ini.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY