Sulut KLB DBD, Ketua Komisi 4 DPRD Sulut Sidak RSUP Kandou Malalayang

0
15
Ketua Komisi IV DPRD Sulut James Karinda mengunjungi pasien DBD di ruang IGD RSUP Prof Kandouw Malalayang.
Ketua Komisi IV DPRD Sulut James Karinda mengunjungi pasien DBD di ruang IGD RSUP Prof Kandouw Malalayang.

CINTASULUT.COM,- Di awal tahun 2019, Provinsi Sulawesi Utara mulai diresahkan dengan merebaknya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Rumah sakit yang ada di Sulut pun dipadati pasien yang terkena DBD, dari anak-anak hingga dewasa.
Himbauan kepada masyarakat juga telah disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey, SE dan Steven Kandouw, SE, agar menjaga kebersihan lingkungan dengan melaksanakan 3 M yakni, menguras, menutup, dan mengubur.

James Karinda didampingi Direktur Utama RSUP Kandou Malalayang, DR.dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD..
James Karinda didampingi Direktur Utama RSUP Kandou Malalayang, DR.dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD..

Menanggapi itu, Ketua Komisi 4 Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Sulut, James Karinda, SH. MH, langsung melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak), Jumat (11/1/2019) sekira pukul 10:00 wita. Kali ini lokasi yang dituju adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof.Kandou Malalayang dan Puskesmas Bahu di Manado.
Saat mengunjungi RSUP Kandou Malalayang, Karinda langsung meninjau ruangan IGD dan berinteraksi langsung dengan pasien. Pertanyaan demi pertanyaan pun disampaikan Politisi Partai Demokrat ini kepada pasien dan keluarga termasuk pelayanan yang diberikan pihak RSUP.
“Apakah waktu masuk rumah sakit langsung dilayani para medis?,” tanya Karinda yang diiyakan pasien dan keluarga.

Ketua Komisi IV DPRD Sulut James Karinda mengunjungi pasien DBD di Ruang Irene E RSUP Prof Kandouw Malalayang.
Ketua Komisi IV DPRD Sulut James Karinda mengunjungi pasien DBD di Ruang Irene E RSUP Prof Kandouw Malalayang.

Usai mengunjungi ruangan IGD yang dikawal langsung Kepala IGD RSUP Kandou, Karinda beranjak mengunjungi ruangan anak yaitu Irene E. Disitu Karinda melihat secara langsung anak- anak yang terserang DBD didampingi Direktur Utama RSUP Kandou Malalayang, DR.dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD. Dan sejak hari ini, Jumat (11/1/2019) keadaan RSUP Kandou tidak sepadat hari-hari sebelumnya.
“Itu berarti penangan kesehatan yang dilakukan pihak rumah sakit sudah baik,” ujar Karinda.
Sedangkan Panelewen sendiri mengatakan, hingga hari ini ada 65 kasus DBD tingkat anak-anak yang ditangani pihak RSUP Kandou.
“Dan korban jiwa tiga anak,” ungkap Panelewen.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY