Ada Rahasia Di Balik Bunyi Alarm KPN Manado?

0
86

Para penegak hukum PN Manado

CINTASULUT.COM,- Alarm di ruangan Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Manado, Edward Simarmata, SH.LLM.MTL berbunyi tiga kali. Mungkin hal yang biasa bila ini terjadi di tempat lain, tapi beda halnya di PN Manado. Ternyata, bunyi alarm tersebut bukan hanya sekedar saja, melainkan menyimpan sejumlah tanggung jawab besar yakni menghindari gagal target (MGT).
Seperti yang terjadi Rabu (21/3/2018). Terlihat, tiga rombongan besar bergiliran masuk ke ruang kerja KPN Manado Edward Simarmata yaitu, kelompok Panitera Pengganti (PP), diikuti kelompok Juru Sita (JS), Juru Sita Pengganti (JSP), dan terakhir, kelompok Kepaniteraan perdata dan pidana.
Saat dikonfirmasi kepada Juru Bicara Vincentius Banar, SH. MH mengatakan, ketiga kelompok kerja tersebut dipanggil karena terkait target kinerja.
“Yang pertama kepada PP, Ketua PN bertanya berapa jumlah riil minutasi putusan yang bisa dihasilkan sampai sepuluh hari ke depan. Setelah dikonfirmasi kesiapan PP satu persatu, maka prediksi produktifitas minutasi sampai akhir bulan Maret 2018 baru bisa mencapai 45 putusan,” ucap Hakim Banar.
Lanjut Hakim Banar, artinya akan ada defisit minutasi dari target. Ada kesenjangan antara produktifitas putusan hakim dan minutasi PP.
“Ketua PN tidak mau ada kejutan, apalagi berupa kegagalan. Semua target kerja dievaluasi Ketua PN. Menghindari gagal target, beliau akan susun adjustment/penyesuaian,” ungkapnya.
Ternyata, bunyi alarm pertama berarti sampai hari ini target produktifitas minutasi PN Manado masih minus 128 putusan.
Bunyi alarm kedua pun menyimpan arti lain. bunyi alarm itu ditujukan kepada Juru Sita / Juru Sita Pengganti. Ketua PN bertanya terkait produktifitas penyampaian relaas.
“Beliau kecewa, data kinerja memperlihatkan, bahwa petugas PN Manado masih tembang pilih dalam menjalankan delegasi dari pengadilan lain. Yang mana dikenal, itu duluan yang dikerjakan,” aku Juru Bicara ini.
Ketua PN menegaskan, tambah Hakim Banar, kenal ataupun tidak delegasi dari PN manapun, harus dijalankan sesuai standar prosedur kerja. Tanpa terkecuali.
Sedangkan, bunyi alarm ketiga tentang kinerja kelompok kepaniteraan perdata dan pidana.
“Ketua PN menegaskan, pentingnya konsistensi petugas dalam pengisian 31 aspek dalam aplikasi SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara,” terang dia.
Uniknya, kepada kelompok yang terakhir ini Ketua PN mengatakan, pengisian aspek SIPP tadi tidak pengaruh kepada nilai persentase harian dari setiap pengadilan.
“Kalau mau PN Manado jadi juara,saat lomba SIPP antar pengadilan di bulan Oktober nanti, isilah seluruh aspek SIPP dengan benar, dan konsisten,” ucap Hakim Banar mengutip perkataan KPN Simarmata.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY