Adriana Reses di Watutumou III, Warga Keluhkan Belum Ada SD

0
29
Anggota DPR RI, Adriana Dondokambey melaksanakan Reses Masa Persidangan II tahun 2019-2020 di Desa Watutumou III Kecamatan Kalawat, Minut, Senin (9/3/2020).
Anggota DPR RI, Adriana Dondokambey melaksanakan Reses Masa Persidangan II tahun 2019-2020 di Desa Watutumou III Kecamatan Kalawat, Minut, Senin (9/3/2020).

CINTASULUT.COM,- Adriana Dondokambey, Anggota DPR RI yang terdaftar di Komisi VII bidang Energi, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup melaksanakan kunjungan kerja Reses Masa Persidangan II tahun 2019-2020.
Kali ini desa yang dituju adalah Desa Watutumou III Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Saat reses berlangsung di aula Balai Desa Watutumou III, Senin (9/3/2020) siang, sejumlah aspirasi disampaikan, salah satunya terkait belum adanya Sekolah Dasar (SD) di desa itu.
Seperti disampaikan Arel Kodowati salah satu warga Desa Watutumou III. “Sejak ada pemekaran desa ini belum dibangun SD. Banyak anak-anak di sini harus bersekolah di desa lain seperti Watutumou 1 dan Watutumou 11. Padahal, jumlah anak-anak di usia SD ada ratusan. Untuk itu, mohon Ibu Adriana menyampaikan aspirasi ini agar segera dibangun sekolah tingkat dasar dan menengah pertama,” tutur Arel di reses.

Warga antusias hadiri reses  Anggota DPR RI, Adriana Dondokambey.
Warga antusias hadiri reses Anggota DPR RI, Adriana Dondokambey.

Mendapat aspirasi tersebut, Adriana Dondokambey yang juga sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar) di DPR RI menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan disampaikan ke pusat agar tahun depan bisa direalisasi. Namun demikian, lahannya harus ada dulu dan jelas status tanahnya,” ujar mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode 2014-2019 ini.
Selain persoalan belum adanya SD, aspirasi terkait infrastruktur jalan, pembangunan trotoar, pengadaan sumur bor demi mengatasi krisis air bersih, pembangunan Balai Desa, juga akses jalan di lahan pekuburan pun jadi keluhan masyarakat Watutumou III.
Dan, aspirasi tersebut ditanggapi Adriana bahwa akan dilanjutkan ke pusat.
“Namun ada yang harus dikonsulatasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi. Untuk akses jalan menuju lahan pekuburan, saya akan konsultasikan dengan pak gubernur,” tutup Adriana.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY