Akibat Penelantaran Anak/Istri, Oknum ASN Kemenkumham Divonis Hakim 1 Tahun Penjara

0
70
Terdakwa RSEP alias Ryan saat mendengarkan putusan hakim dalam ruang sidang, Rabu (11/4/2018).
Terdakwa RSEP alias Ryan saat mendengarkan putusan hakim dalam ruang sidang, Rabu (11/4/2018).

CINTASULUT.COM,- Akhirnya, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di KEMENKUMHAM, terdakwa RSEP alias Ryan divonis 1 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN (Pengadilan Negeri) Manado yang diketuai Donald Malubaya, Rabu (11/4/2018) kemarin di Pengadilan Negeri Manado.
Terdakwa Ryan terbukti bersalah, telah melakukan perbuatan melanggar hukum yakni pasal 49 huruf a UU 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dimana, sejak tahun 2012, terdakwa menelantarkan korban Mariani Pontoh yang tak lain adalah istri terdakwa, dan kedua anak hasil perkawinan keduanya.
Tertuang dalam dakwaan, perbuatan tidak terpuji terdakwa terjadi sejak Bulan September 2016 di Perumahan Star Of Singkil, di Kelurahan Singkil Dua Lingkungan 3, Kecamatan Singkil, Kota Manado, terdakwa sudah tidak lagi memberikan nafkah lahir dan batin terhadap istrinya dan dua anak mereka.
Parahnya lagi, aksi terdakwa bukan hanya dimulai September 2016 saja. Terkuak dalam fakta persidangan, bahwa perbuatan terdakwa sebenarnya dimulai sejak Juni 2012.
Berawal saat terdakwa bertugas di Tagulandang, Sitaro. Saat itu terdakwa masih bersama korban. Terdakwa kemudian menyuruh istrinya menetap di Manado untuk mengurus kedua anak mereka yang tengah bersekolah. Namun, sejak istri bersama anak di Manado, terdakwa telah melupakan kewajibannya. Bukan hanya tidak mengunjungi istri dan anak-anaknya, terdakwa tidak lagi memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak yang berada di Manado.
“Terdakwa pernah memang memberikan 1 juta rupiah kepada kami tahun 2016, tapi setelah ditelusuri uang itu adalah pinjaman dari Bank,” beber Mariani.
Mirisnya, korban akhirnya harus kerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Tak tahan dengan kelakuan terdakwa, korban akhirnya melaporkan ke pihak berwajib agar terdakwa mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Rupanya, terdakwa sendiri tidak ditahan kendati telah melakukan tindak pidana sejak tahap penyidikan. Hal tersebut diakui JPU (Jaksa Penuntut Umum) Remblis Lawendatu, usai persidangan kepada awak media.
“Benar, terdakwa memang tidak ditahan,” kata dia.
Sementara, soal putusan majelis hakim yang berbanding setengah dengan tuntutan, Lawendatu belum menentukan sikap.
“Tuntutan 2 tahun dan putusan tadi 1 tahun, kami masih pikir-pikir,” pungkasnya.* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY