Akses Masuk Gedung Deprov Dibatasi? Ada Apa?

0
44
Petugas berjaga di pintu masuk utama Gedung DPRD Sulut.
Petugas berjaga di pintu masuk utama Gedung DPRD Sulut.

CINTASULUT.COM,- Tak disangka tak dinyana, gedung yang sengaja dibangun megah dengan dana APBD berbanderol ratusan miliar rupiah, saat ini diperhadapkan dengan polemik. Pasalnya, untuk melewati pintu utama masuk dalam ruangan harus melalui persetujuan dari penjaga pintu dan menggunakan kunci elektronik.
Bahkan, untuk wartawan yang melakukan peliputan di situ pun harus mendapat persetujuan sebelum masuk ruangan gedung megah itu. Miris, ini gedung rakyat atau sarat kepentingan? Ada apa?.
Menemukan itu, awak media pun meminta penjelasan dari Sekretariat dewan lewat Bagian Umum dan Administrasi.
Kepala Sub (Kasub) Maxi Tenda dalam jumpa pers kemarin mengatakan bahwa ini demi ketertiban.
“Siapa pun berhak untuk bertanya karena ini hal mungkin masih baru, tapi harus diikuti. Suka tidak suka harus diikuti karena torang (kita) mau atur supaya tertib. Bukan berarti ngoni (wartawan) tidak boleh masuk, tapi itu akan diatur. Kalau ada rapat paripurna atau apa tidak masalah, yang penting teratur, itu saja,” ujar Tenda kepada wartawan.
Terkait wartawan yang tidak diperbolehkan masuk di gedung itu, menurutnya penjaga pintu belum diarahkan bagaimana cara menerima wartawan.
Ditambahkan pula oleh Tenda, wartawan yang keseharian meliput di situ akan dibuatkan id.
“Nanti kalian akan dibuatkan id siapa saja yang meliput, kecuali pada rapat-rapat paripurna, silakan karena mau ambil foto-foto,” ungkap dia.
Pertanyaan dugaan akses masuk wartawan atas permintaan anggota dewan, Kasub tidak memberikan komentar.
Sebelumnya, hal ini pun ditanyakan kepada salah satu Anggota Dewan Amir Liputo. Menurutnya, dugaan batasan masuk untuk masyarakat bahkan insan pers yang ingin berkunjung ke DPRD Sulut, Pimpinan DPRD diminta segera instruksikan hal tersebut kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk tidak membatasi hak meliput insan pers.
“Pimpinan DPRD dapat memberikan instruksi kepada sekwan untuk tetap memberi akses kepada pers yang selama ini meliput kinerja DPRD. Kalaupun pengaturan supaya tertib, tetap harus diupayakan untuk tidak membatasi rekan pers meliput,” ujar Liputo.
Lanjut dikatakan Liputo, peran pers sangat membantu dalam menyampaikan kinerja para anggota DPRD Sulut kepada masyarakat, yang telah mempercayakan mereka untuk duduk di gedung tersebut.
“Seperti saat ini ada tamu dari luar yang akan datang berkunjung, lalu pers tidak meliput. Akhirnya masyarakat tidak tahu apa yang dilakukan wakil rakyatnya,” kata Liputo.
“Intinya pers dilindungi Undang-Undang, tidak bisa dibatasi atau intervensi,” pungkasnya.
Diketahui, untuk bisa masuk ke dalam gedung DPRD Sulut saat ini, harus mendapat persetujuan petugas penjaga yang memegang kartu kunci pintu.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY