Aksi Demo Damai, Masyarakat Dumoga Tuntut Keadilan

0
103
Ir Julius Jems Tuuk melakukan orasi di tengah aksi demo,
Ir Julius Jems Tuuk melakukan orasi di tengah aksi demo,

CINTASULUT.COM,- Masyarakat Dumoga Bersatu di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (19/10/2017) kemarin lakukan aksi demo damai yang dikomandani Ketua Forum Komunikasi Peduli Masyarakat Dumoga Jilid II, Steven Wereh.
Dalam aksi demo tersebut, masyarakat menuntut agar pemerintah melakukan pemerataan dalam membangun daerah. Masyarakat pun mengkritisi sikap cuek pemerintah lewat instasi terkait yaitu Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara I yang dipimpin Djidon Watania.
“Torang pe kampung somo anyor, kuala nda ada perhatian dari Bapak Djidon,” seru masyarakat saat demo berlangsung.
Dalam demo itu, Ir.Julius Jems Tuuk yang diberikan kesempatan membawakan orasi pun meluapkan kekesalan atas sikap Ketua Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara I yang no response.
“Dengan segala upaya masyarakat, sangadi-sangadi, tokoh-tokoh masyarakat, bahkan kami pun mencoba melakukan pendekatan, menanyakan kejadian yang terjadi dari satu waktu ke waktu yang lain ke Balai Sungai. Ditelepon tidak angkat, di-SMS tidak dibalas, bahkan staf nya pun berlaku sama. Balai Sungai berpendapat mugkin Jems Tuuk mau minta proyek di sana. Sampai detik ini saya tidak pernah merasakan satu butir proyek pun di provinsi. Saya cuma mau menanyakan kelanjutan proposal dari masyarakat Dumoga,” ujar politisi PDIP yang kini terdaftar sebagai Anggota DPRD Sulut ini.

Inilah aksi demo damai yang dilakukan Warga Dumoga yang  tergabung dalam Forum  Komunikasi Peduli Masyarakat Dumoga Jilid II.
Inilah aksi demo damai yang dilakukan Warga Dumoga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Peduli Masyarakat Dumoga Jilid II.

Lantangnya lagi, lewat forum yang sudah ditetapkan dan dilanjutkan dengan aksi demo damai, ada beberapa hal yang harus ditindak lanjuti.
“Meminta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki daerah aliran sungai. Kedua, meminta kepada Kapolres segera memanggil dan memeriksa Djidon Watania yang menurut undang-undang melakukan pembiaran di Tanah Dumoga. Anggaran Balai Sungai empat sampai tujuh triliun per tahun, ada di mana tu doi (uang), torang cuma mo tanya kyapa ini tidak dibangun,” tutur Tuuk.
Lanjutnya lagi, bila hal ini tidak bisa dilakukan Polres Bolmong maka akan dilanjutkan laporannya ke Polres Urban Kota Kotamobagu.
Ditambahkan pula, forum ini akan masuk sampai di tingkat provinsi.
“Di kabupaten ada bapak Kamran yang sampai hari ini tetap sebarisan dengan rakyat Dumoga. Saya akan menunggu forum ini di provinsi untuk lakukan hearing, rakyat Dumoga akan menyampaikan aspirasi sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Tuuk sembari menghimbau agar melakukan unjuk rasa atau demo tidak dengan anarkis.
Tuuk pun mengingatkan bahwa Balai Sungai adalah organisasi vertikal dan tidak bertanggung jawab terhadap dewan kabupaten/provinsi.
“Jangan ada yang berpikir kenapa dewan kabupaten/provinsi tidak mampu memperjuangkan. Posisi Balai Sungai vertikal ke atas,” tandas Legislator Deprov dapil Bolaang Mongondow Raya ini sembari menghimbau agar forum menyurat ke DPRD Sulut untuk hearing.

Kapolres Bolmong AKBP Gani F Siahaan berjanji menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran hukum..
Kapolres Bolmong AKBP Gani F Siahaan berjanji menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran hukum..

Sedangkan Kapolres Bolaang Mongondow, AKBP Gani F Siahaan saatdemo pun menegaskan, akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran hukum.
“Yang pasti, kami dari Polres Bolmong akan mendukung apapun aspirasi masyarakat. Siapa yang bersalah kita akan tegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku, kalau memang laporan aduan, silakan, kami akan terima,” kata Kapolres.
Diketahui, demo damai yang berlangsung sejak pukul 09.00 ini berlangsung tertib. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Bolmong Kamran Muchtar dan Sunny.JA Dampi, Anggota DPRD Bolmong Dapil 5, juga pihak keamanan dari Kepolisian dan TNI.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY