Astaga.. Bandara Sam Ratulangi Ternyata Berbahaya

0
74
Hearing Komisi III DPRD Sulut dengan pihak Angkasa Pura I, Selasa (14/3/2017).
Hearing Komisi III DPRD Sulut dengan pihak Angkasa Pura I, Selasa (14/3/2017).

CINTASULUT.COM,- Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi ternyata tidak senyaman seperti yang terlihat dengan kasat mata. Bahkan, bandara tersebut bisa membahayakan para penumpang. Hal ini terungkap saat hearing antara Komisi III DPRD Sulut dengan pihak Angkasa Pura I Manado yang berlangsung, Selasa (14/3/2017) lalu.
Hearing dipimpin langsung Ketua Komisi III Adriana Dondokambey  didampingi Wakil Ketua Komisi Amir Liputo, Edwin Lontoh (Sekretaris), serta anggota komisi III yaitu Felly Runtuwene, Edison Masengi, Bart Senduk, Dicky Makagansa, Judy Moniaga, Boy Tumiwa, Meiva Lintang, dan Ayub Ali.
Dikatakan General Manager Angkasa Pura I Manado, Nugroho Jati, hal itu terkait dengan kondisi bandara yang tergolong sulit untuk didarati. Menurutnya, take off dan landing sesuai kapasitas landasan hanya 12 pesawat setiap jam, itu karena medannya berbukit-bukit.
“Jika bapak ibu hendak mendarat, pesawat butuh waktu 10 menit untuk berputar. Memang itu prosedur standar dan semua pilot harus ikuti, karena medannya pegunungan dan itu sangat berbahaya,” jelas dia.
Sebelumnya Nugroho juga sempat menjelaskan adanya keharusan pesawat untuk take off dan landing dengan mengambil kemiringan di bawah tiga persen dan lebih baik lagi jika di bawah angka tersebut. Alasannya, kemiringan di atas tiga persen itu untuk militer.
“Untuk perpanjangan landasan, itu terkait dengan pengelolaan ruang udara. Menurut teknis yang kami dapat, pesawat yang akan mendarat maupun take off, demi kenyamanan penumpang dan sesuai standar internasional pesawat harus mengambil posisi kemiringan tiga persen,” ujar Nugroho sembari menginformasikan bahwa panjang landasan Bandara Sam Ratulangi sepanjang 2.650 meter dan lebih panjang dari Bandara yang ada di Balikpapan yang hanya 2.500 meter.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY