Astaga!!! Pungutan Uang Komite di Sejumlah SMK/SMA Masih Dipertahankan

0
112

NORI SUPIT DAN LUCIA TARORE

CINTASULUT.COM,- Kabar baik yang diterima masyarakat tentang sekolah gratis di tingkat SMA/SMK ternyata belum bisa dinikmati semua siswa. Pasalnya, masih ada sekolah yang tetap ngotot memberlakukan pungutan uang komite  setiap bulan. Alasan pun terucap, termasuk bayar gaji para guru honor. Ini sangat disayangkan sekaligus membingungkan. Bila ada sekolah yang bisa menghapus uang komite, mengapa sekolah lain tidak?
Pertanyaan ini pun diutarakan salah satu anggota DPRD Sulut, Nori Supit. “Harus dipertanyakan manajemen komite sekolah tersebut, ada apa? Kenapa sekolah lain bisa, terus ada yang ngotot tidak bisa?,” ujar Legislator Dapil Bitung saat ditemui sejumlah awak media di ruang Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Senin (6/3/2017) kemarin.
Lanjut dia lagi, bila ada alasan uang komite untuk bayar gaji guru honor, itu tidak mungkin. “Toh itu dibayarkan pemerintah setelah sertifikasi, memang (saat ini) belum dibayarkan, tapi akan dibayar,” kata Supit. Ditambahkan pula masih oleh Supit, bantuan pemerintah lewat dana BOS itu besar.
Hal senada juga diutarakan Lucia Tarore juga anggota dewan di Deprov. Srikandi yang duduk di Komisi IV ini menilai uang komite tersebut seperti sumbangan sukarela dari para orang tua murid. “Bila ditentukan nilainya, itu sama saja dengan pungutan,” ungkap dia.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Gemmy Kawatu saat dikonfirmasi media ini lewat SMS mengatakan, mestinya sesuai Permendikbud 75 tahun 2016 sumbangan dan bantuan yang diberikan melalui komite adalah sah. “Pertanggung jawaban harus dilakukan transparan. Apalagi ada kegiatan Ekskul, yang pasti dana BOS tidak dapat menanggulangi kegiatan tersebut,” bunyi pesan itu.
Sementara pertanyaan apakah uang komite pun dipergunakan untuk bayar gaji guru honor, hingga berita ini dimuat tidak direspon.
Diketahui, 26 persen dari APBD 2017 dialokasikan untuk pendidikan.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY