Awasi Pelanggaran Covid-19 di Pilkada Serentak, Bawaslu Sulut Gelar Rakor Dengan Stakeholder

0
3
Bawaslu Sulut bersama stakeholder melakukan rapat koordinasi dalam rangka pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran covid-19 pada pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun 2020, Selasa (27/10/2020).
Bawaslu Sulut bersama stakeholder melakukan rapat koordinasi dalam rangka pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran covid-19 pada pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun 2020, Selasa (27/10/2020).

CINTASULUT.COM,- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) pada masa pandemi covid-19 terus melakukan pengawasan ketat jelang Pilkada Serentak 9 Desember 2020.
Untuk itu bersama stakeholder Bawaslu Sulut melakukan rapat koordinasi dalam rangka pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran covid-19 pada pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun 2020, Selasa (27/10/2020).
Ketua Bawaslu Sulut, Dr. Herwyn J.H Malonda, M.Pd, MH mengatakan, penegakan protokol kesehatan yang sangat penting adalah memastikan seluruh jajaran, baik Bawaslu, Pemprov, KPU, Polda, Kejati, Danrem siap menjalankan fungsi dan tugas masing-masing.
“Ke depan Bawaslu akan membuat evaluasi, ” tutur Malonda.
Pun disampaikan Komisioner Bawaslu Sulut lainnya Kenly Poluan bahwa beberapa hari sebelumnya Bawaslu Sulut telah merekap masalah-masalah yang terjadi di lapangan (tahapan kampanye).
“Masalah yang paling besar ialah penerapan protokol kesehatan yang dalam hal ini tahapan kampanye dengan melibatkan banyak massa sehingga menimbulkan kerumunan massa,” ucap Poluan juga di rakor.
Masih oleh Poluan, Bawaslu Sulut telah mengirimkan surat kepada para paslon tapi dalam kenyataannya sebagian besar tidak direspon.
Sedangkan Mustarin juga Komisioner Bawaslu Sulut ikut mengingatkan dalam pelaksanaan penindakan pelanggaran tidak boleh memihak salah satu paslon.
Sementara Danrem dalam penyampaiannya mengatakan, pihaknya siap untuk terus mengamankan situasi setiap proses pilkada 2020. Sekitar 1.500 personel telah diterjunkan di wilayah-wilayah rawan bermasalah.
Pjs Gubernur, Dr. Drs Agus Fatoni, M.Si menuturkan, terkait Pilkada di masa pandemi covid-19 harus memperhatikan dampak sosial dan ekonominya, saat ini di Sulawesi Utara menghadapi dua peristiwa yakni Pandemi covid-19 dan Pilkada Serentak tahun 2020.
“Semua berharap tidak terjadi klaster-klaster baru. Sinergitas sangat penting dalam mencapai tujuan bersama yakni mensukseskan pilkada tahun 2020,” ujar Pjs. Gubernur Sulut.
Kapolda pun ikut ambil bagian dalam rakor tersebut dengan mengatakan terus memerintahkan personel kepolisian agar selalu dalam penindakan pelanggaran di lapangan harus sesuai dengan prosedur.
Kepolisian saat itu aktif berkoordinasi dengan jajaran baik polres maupun polsek.
Sebelum menutup kegiatan, Ketua Bawaslu Sulut berharap bersama Tim Pokja yang nanti terbentuk proses penanganan pelanggaran dalam pilkada sejalan dan kesepahaman akan peraturan Perundang-undangan pilkada yang berlaku.
Di akhir kegiatan, baik Pemprov, Bawaslu, KPU, Kepolisian, Kejaksaan, Danrem, Satpol PP, dan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut sepakat dalam pergelaran Pilkada 2020 diutamakan adanya rasa aman, damai, adil, dan sehat.
Diketahui, hadir di rakor itu adalah Pjs Gubernur Prov. Sulut, Bawaslu Prov. Sulut, Kapolda Sulut, Anggota KPU Prov. Sulut, Wakajati Sulut ,Danrem 131/santiago, Kasatpol PP dan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sulut.* (jane)

SHARE

LEAVE A REPLY