Bahas Tentang Boraks Pada Bahan Makanan, DPRD Sulut Panggil Hearing BPOM

0
9
DPRD Sulut gelar hearing membahas masalah boraks dengan instansi terkait.
DPRD Sulut gelar hearing membahas masalah boraks dengan instansi terkait.

CINTASULUT.COM,- Kabar zat kimia berbahaya seperti boraks yang diduga dicampurkan pada beberapa produk makanan, sempat meresahkan masyarakat Nyiur Melambai alias Sulut. Bahkan, waktu lalu di ruang rapat paripurna, Ketua Komisi I DPRD Sulut, Ferdinand Mewengkang dengan tegas mengatakan bahwa secepatnya Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dipanggil hearing atau dengar pendapat untuk koordinasi terkait boraks.
Dan, Senin (18/02-2018) hari ini, dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat DPRD Sulut.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan melibatkan Komisi II di bawah pimpinan Wakil Ketua Noldy Lamalo, Rocky Wowor (Sekretaris komisi II), juga Ketua Komisi IV James Karinda SH, MH bersama Sekretaris Komisi II Dra. Inggried Sondakh, dan para anggota kedua komisi tersebut.
Sementara dari eksekutif hadir Kepala Balai POM Manado, Dra. Rutyawati Apt; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Dra. Jeanny Karouw; dan Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Dr. Debbie Kalalo.
Dalam RDP tersebut, hangat dibicarakan soal boraks yang terdapat pada mie basah dan makanan lainnya. Termasuk dugaan adanya formalin pada ikan segar yang belum terjual dan ikan olahan seperti pada ikan Cakalang Fufu.

DPRD Sulut gelar hearing membahas masalah boraks dengan instansi terkait.
DPRD Sulut gelar hearing membahas masalah boraks dengan instansi terkait.

Pihak DPRD Sulut sendiri mendukung upaya kerja yang sudah dilakukan Balai POM Manado dalam menyikapi masalah ini. Juga berharap agar Balai POM, Disperindag, dan Dinas Kesehatan Sulut, melakukan kajian lebih lanjut dalam menyikapi masalah yang sudah menjadi viral diberbagai media.
Selanjutnya dalam pembahasan ini terungkap, bahwa ternyata temuan lapangan menunjukkan bahwa mie basah yang mengandung Boraks ada di pasar-pasar bukan yang terdapat di supermarket-supermarket.
Dari simpulan rapat juga dikemukakan, bahwa apabila memang ada unsur kesengajaan dan menemukan ada yang melakukannya atau pemberian boraks pada makanan yang diperjualbelikan di publik, untuk diproses hingga ke ranah hokum.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY