Bandara Miangas Termodern di Wilayah Perbatasan Nusantara

0
303

bandara-miangas-lagiCINTASULUT.COM,- Jika tak ada aral melintang, Bandara Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara akan segera diresmikan dalam pekan ini. Menurut rencana bandara tersebut akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Bandara Miangas dibangun di Pulau Miangas yang merupakan salah satu pulau di dalam gugusan Kepulauan Nanusa, Kecamatan Nanusa, Talaud.   Pulau ini adalah sebuah pulau kecil yang terpencil di ujung paling utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan Negara Filipina. Dengan demikian bandara ini merupakan bandara terluar di utara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi rabu (5/10) pekan lalu saat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kementerian Perhubungan dan Pemprov Sulut di ruang VIP Bandara Internasional Sam Ratulangi, Miangas adalah impian besar dari Presiden Jokowi yang menghendaki agar pulau-pulau terluar harus mempunyai kesejahteraan yang sama dengan pulau-pulau yang lain.

Itulah sebabnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub), berupaya merampungkan satu proyek besar, yaitu pembangunan Bandar Udara (Bandara) Miangas di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud. Hal ini sesuai program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang tertuang dalam agenda strategi Nawacita.

Bandara Miangas dibangun di atas lahan sekitar 3,15 km2, atau hampir 1/3 kali luas keseluruhan pulau itu. Pembangunannya sudah dimulai sejak 2012 setelah dilakukan pembebasan tanah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp275-miliar, terdiri dari dana investasi reguler Rp200-miliar, dan anggaran APBN senilai Rp75-miliar.

Bandara ini dilengkapi dengan terminal penumpang seluas 356 meter persegi. Memilik runway (landas pacu, red) sepanjang 1.400 m x 30 m, taxiway (jalan penghubung antara landas pacu dengan tempat parkir pesawat atau apron, red) sepanjang 100 x 18 m, dan apron seluas 130 x 65 m.   Sementara tingkat kekerasan (pavement classification number/PCN) untuk runway, taxiway, dan apron mencapai angka 21. Kondisi bandara seperti ini mampu didarati pesawat jenis baling-baling seperti ATR-42 dan ATR-72.

Menurut Direktur Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yudhi Sari Sitompul, Bandara Miangas nantinya akan digunakan sebagai bandara pengumpan untuk penerbangan domestik.

“Miangas juga disiapkan sebagai pintu gerbang distribusi pangan dan barang, terutama ketika cuaca perairan sekitar pulau sedang dilanda angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga membuat keselamatan pelayaran tidak terjamin,” kata Yudhi di Jakarta, senin (10/10/2016) seperti dilansir tempo.co.

Selain itu, Miangas juga memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah mengawasi wilayah perbatasan. Pasalnya, sebagai pulau terluar, Pulau Miangas cukup rawan terjadi tindak kriminalitas antara lain seperti penyelundupan.

Kementerian Perhubungan nantinya akan menyediakan penerbangan perintis untuk melayani seluruh kebutuhan transportasi udara masyarakat menuj pulau terluar tersebut. Sehingga kehadiran bandara termodern di perbatasan ini benar-benar memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah setempat, baik dari sektor perkebunan, perikanan maupun pariwisata.* (fendy)

LEAVE A REPLY