Bangunan Sekolah SD Negeri Gunung Sari Bolmong Memiriskan, Tuuk: “Ini Gubuk”

0
55
Miris, kondisi SDN Gunung Sari Desa Kanaan Dusun 6 Kecamatan Dumoga Timur Bolaang Mongondouw layaknya gubuk.
Miris, kondisi SDN Gunung Sari Desa Kanaan Dusun 6 Kecamatan Dumoga Timur Bolaang Mongondouw layaknya gubuk.

CINTASULUT.COM,- Di tengah Pemerintah dengan gencarnya menuntaskan kebodohan di daerah Nyiur Melambai ini, dimana infrastruktur, fasilitas gedung sekolah, dan alat tulis menulis wajib direalisasi lewat APBD, justru pemandangan memilukan terpampang nyata dari siswa/siswi SD Negeri Gunung Sari di Desa Kanaan Dusun 6 Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Bagaimana tidak, para harapan bangsa ini harus menimba ilmu di bawah atap yang jauh dari pantas disebut bangunan sekolah. Ruang kelasnya  pun tak kalah menyedihkan. Selain sempit, ruang kelas berlantai tanah itu pun tidak memiliki peralatan belajar memadai.  Hanya ada papan tulis kapur, dan  dua baris meja dan kursi. Itu pun sudah usang.

Kondisi ruang kelas juga tak kalah memiriskan. Berukuran sempit dan berlantai tanah, dengan fasilitas belajar seadanya.
Kondisi ruang kelas juga tak kalah memiriskan. Berukuran sempit dan berlantai tanah, dengan fasilitas belajar seadanya.

Seperti dikatakan Ir.Julius Jems Tuuk, Legislator di DPRD Sulut saat pembahasan APBD Perubahan 2017 antara Komisi I bidang Pemerintahan dan HAM dengan Sekretariat Daerah yang dihadiri langsung Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Selasa (22/8/2017) di gedung Deprov.
“Saya mendapat aspirasi terkait SDN Gunung Sari di Desa Kanaan Kecamatan Dumoga. Ini memalukan sekali, sudah ada di medsos,” tutur Tuuk sambil menunjukkan foto sekolah tersebut.

Rapat Komisi I bidang Pemerintahan dan HAM dengan Sekretariat Daerah tentang APBD Perubahan
Rapat Komisi I bidang Pemerintahan dan HAM dengan Sekretariat Daerah tentang APBD Perubahan

Lanjut Legislator dari PDIP ini, keadaan sekolah tersebut tepatnya disebut gubuk. “Saya kuatir nama gubernur terbawa-bawa, ini gubuk,” ucapnya, sembari menambahkan bila dirinya pernah melakukan reses di desa itu.
Masih oleh Tuuk, walaupun jumlah murid hanya sekitar 15 orang tapi sekolah tersebut ada kepala sekolah.
“Jadi, minta tolong saat konsultasi nanti, sekolah ini wajib dimasukkan,” pungkas Legislator dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) menutup percakapan.
Menanggapi itu, Sekprov Sulut Edwin Silangen mengatakan bahwa bisa dilihat di keuangan.
“Tapi, nanti dilihat regulasinya. Kalau tidak, kita akan cegat di konsultasi,” jawab Sekprov singkat.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY