Belum Kantongi Ijin, Tuuk Minta PT. Conch North Sulawesi Cement Ditutup Sementara

0
167

Julius Jjems Tuuk, legislator DPRD Sulut

CINTASULUT.COM,- PT. Conch North Sulawesi Cement yang berlokasi di Desa Solog Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow sedang jadi sorotan publik. Pasalnya, perusahaan asing dari Cina ini belum mengantongi ijin WIUP (Wilayah Ijin Usaha Produksi) dan IUP (Ijin Usaha Produksi) yang jadi ketentuan beroperasinya perusahaan.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Sulut, ir. Julius Jems Tuuk pun angkat bicara. Dengan tegas putra Bolmong ini menyuarakan agar PT. Conch North Sulawesi Cement ditutup sementara sampai ijin perusahaan dikeluarkan oleh instansi terkait.
“Conch ditutup sementara (dulu) sampai semua ijin selesai diurus kemudian beroperasi kembali. Jika tidak demikian, perusahaan ini dan direksi PT. Conch menghina pemerintah OD-SK dan rakyat Sulut, sekaligus perusahan ini sesegera mungkin ditutup,” ujar Tuuk yang dihubungi salah satu wartawan pos DPRD Sulut lewat ponsel.
Sebelumnya juga Legislator dari dapil Bolaang Mongondow Raya ini berpendapat, PT. Conch menghina kedaulatan Negara Republik Indonesia. “Bagaimana mungkin Perusahaan yang belum memiliki ijin lengkap, tiba-tiba sudah membangun pabrik? Investasi semacam ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Tuuk.
Tuuk memang mengakui bahwa Sulut butuh investasi. “Tapi tidak dengan cara-cara seperti ini, apa terlebih di Bumi Nyiur melambai. Ini kan tidak masuk akal, kenapa baru sekarang perusahan ini ngotot harus minta ijin dari pemerintah, kenapa dari awal pembangunan infrastruktur ini  tidak diurusin, kenapa baru sekarang mau melibatkan DPRD Provinsi bila ada kesulitan dalam pengurusan Ijin?  Seenaknya  saja buat pelabuhan, setelah dihentikan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan (melalui Dinas Perhubungan Laut), baru minta DPRD untuk hearing,” seru Tuuk.
Dijelaskan Legislator PDIP ini, rakyat saja bangun rumah harus ada IMB-nya terlebih dahulu. “Kenapa pemerintah kemarin terlalu lembek dengan Chons. Ada apa?” lugas dia.
Saat hearing antara Komisi III, PT. Chonch North Sulawesi Cement, dan instansi terkait Kamis lalu, Kepala Bidang Perhubungan Laut mewakili Kepala Dinas Perhubungan Sulut mengatakan, mekanisme pembangunan pelabuhan terminal khusus telah jelas diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 73 Tahun 2014 yang intinya dapat dilaksanakan setelah memenuhi dua syarat perizinan yakni Izin Penetapan Lokasi Pembangunan Pelabuhan, serta Izin Pembangunan dan Pengoperasian Terminal khusus. Dan untuk mendapatkan ijin tersebut pemohon harus terlebih dahulu memiliki Ijin Prinsip yakni ijin usaha pokok dan mendapat rekomendasi dari Bupati dan Gubernur.
“Kami hentikan sementara proses pembangunan pelabuhan ini karena PT Conch belum mengantongi ijin. Saran kami, mereka mengajukan permohonan terlebih dahulu sesuai amanat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 73 tahun 2014. Hingga saat ini Dinas Perhubungan belum menerima permohonan rekomendasi dari PT. Conch untuk proses mendapat ijin atau mendapatkan rekomendasi dari Gubernur.  Bahkan belum ada surat permohonan maupun rekomendasi dari Bupati Bolmong yang ditujukan ke Dishub Sulut,” ungkapnya.
Diketahui, untuk bisnis ini investor mengaku telah mengeluarkan dana sebesar 600 juta dollar AS atau sekitar Rp7 triliun.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY