Berbelit-Belit Dalam Memberikan Keterangan, Saksi Lampus Ditegur Hakim

0
54
Ilustrasi
Ilustrasi

CINTASULUT.COM,– Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sulut, JL alias Lampus, Rabu (28/2/2018) kemarin, sempat mendapat teguran keras dari Ketua Majelis Hakim, Vincentius Banar, SH.MH. Mengapa? Saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara korupsi proyek Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang 2015, Lampus sempat berbelit-belit.
Saksi Lampus awalnya memberikan keterangan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal adanya surat teguran dari pihak RSJ Ratumbuysang ke konsultan pengawas. Keterangan Lampus jadi berubah, begitu terdakwa yang berperan selaku PPTK mengkonfrontir jawaban Lampus, sehingga saksi ikut meralatnya.
Kebingungan dengan keterangan saksi yang berubah-ubah, Ketua Majelis Hakim Banar pun langsung menegur saksi.
Selain itu, dalam proses persidangan, tersirat pula indikasi perang dingin antara saksi Lampus dengan terdakwa DL alias Liando. Dimana, saksi pasang badan terkait penandatangan dokumen adendum perubahan. Menurut saksi, tanda tangannya dalam dokumen itu merupakan tanda tangan scan.
Lebih menarik lagi, saksi Lampus yang merupakan eks Direktur RSJ Ratumbuysang, sempat menyebutkan kalau gambar tayang proyek yang tidak direkomendasi pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulut itu tidak masalah untuk dilaksanakan. Sementara, terdakwa PPTK menyebutkan kalau secara teknis, hal tersebut bermasalah.
Seperti diberitakan sebelumnya, saksi Lampus dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke persidangan, karena dalam proyek ini dirinya masuk dalam daftar Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dimana, saksi Lampus diduga kuat mengetahui seluk beluk proyek. Bahkan, sempat membubuhi tanda tangan dalam dokumen, padahal posisinya waktu itu telah beralih dari Dirut RSJ Ratumbuysang ke Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut. Hanya saja, dalam perkara ini pihak Kejaksaan belum menjerat Lampus sebagai tersangka.
Fakta persidangan korupsi proyek RSJ Ratumbuysang juga telah mengungkap adanya bentuk peminjaman uang sebesar Rp1 miliar, dari saksi SP alias Sanny ke terdakwa Liando. selaku kontraktor atau Direktur PT Liando Beton. Fakta ini terkuak, begitu Jaksa Penuntut Umum (JPU) berhasil menghadirkan Sanny selaku mantan Asisten II Pemprov Sulut ke persidangan lalu.
Sekedar diketahui, dalam perkara ini bukan hanya terdakwa Liando yang diproses hukum. Dua terdakwa lainnya, yang memiliki peran sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan PPTK juga telah dijerat pihak Kejaksaaan Tinggi Sulut.* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY