Bergulir di PN Manado, Kasus Dugaan Korupsi Berbandrol Rp3 Miliar Masuk Tahap Eksepsi

0
18
Ilustrasi
Ilustrasi.

CINTASULUT.COM,– Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Sistem Solar Cell di Dinas Tata Kota Manado, Tahun Anggaran 2014 dengan banderol Rp9,6 miliar, terus bergulir di Pengadilan Negeri Manado. Kali ini pada tahap pengajuan nota keberatan atau eksepsi oleh Penasehat Hukum, Advokat Semmy Mananoma.
Pada sidang yang digelar Senin (18/12/2017) kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alexander Sulung telah mendakwa bersalah FDS di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Julien Mamahit.
Menurut dakwaan JPU, terdakwa yang menjabat sebagai Ketua Pokja ULP, diduga kuat terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi PJU Solar Cell Manado, bersama-sama tersangka BJM alias Mailangkay, terdakwa Paulus Iwo (proses Kasasi), terpidana Ariyanti Marolla, terpidana Robert Wowor, dan terpidana Lucky Dandel.
Adapun bentuk pelanggaran yang dilakukan terdakwa Salindeho, yakni tidak melakukan pengecekan atas penawaran jaminan Penawaran (Bank Garansi) yang diajukan PT. Subota International Contractor. Padahal, Bank Garansi tersebut tidak tercatat dalam sistem Bank Mandiri.
Lebih dari itu, PT. Subota seharusnya digugurkan pihak Pokja ULP. Namun, anehnya terdakwa bersama anggota Pokja ULP lainnya malah meloloskan perusahaan tersebut.
Selain itu, dalam dakwaan JPU juga diuraikan kalau sebelum proyek dikerjakan dan proses lelang tender digelar, terdakwa Salindeho dan tersangka Mailangkay malah telah terlibat pertemuan dengan terpidana Ariyanti di Hotel Quality Manado. Tak heran jika saat pengumuman pemenangan tender, PT Subota akhirnya keluar sebagai pemenang.
Menurut JPU, aksi terdakwa ini patut diganjar pidana karena telah memuluskan pergerakan Iwo cs mengkorupsi uang negara sebesar Rp3 miliar lebih dalam proyek PJU Solar Cell.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, JPU telah mengganjar tuntutan pidana kepada terdakwa Salindeho dengan menggunakan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.
Usai mendengarkan pembacaan dakwaan JPU, Salindeho melalui Penasehat Hukumnya, Advokat Semmy Mananoma, langsung mengajukan eksepsi alias nota keberatan.
Dalam eksepsinya, Advokat Semmy telah menolak dakwaan yang diajukan JPU dengan memberikan berbagai bantahan. Dan menegaskan bahwa pertemuan di Hotel Quality terjadi sebelum proyek PJU Solar Cell dimulai. Sehingga, Advokat Semmy menilai kalau kliennya tidak bersalah atas perkara korupsi PJU Solar Cell.
Usai mendengarkan eksepsi JPU, Majelis Hakim lantas menutup jalannya persidangan dan mengagendakan kembali sidang digelar Kamis (21/12/2017).* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY