BP2MI dan Pemkot Manado Sah Teken MoU

0
0

SAVE_20210623_125402

CINTASULUT.COM,-Β  Pemerintah Kota Manado ikut andil dalam program Presiden RI, Joko Widodo dalam memudahkan tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri lewat Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Republik Indonesia.
Ini dibuktikan dengan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) antara Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Republik Indonesia, Benny Rhamdani dan Walikota Manado, Andrei Angouw, Selasa (22/6/2021) pagi tepatnya di Aula Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.
BP2MI tengah gencarnya mengubah perekonomian masyarakat dan menekan angka pengangguran dengan memberikan peluang bagi calon pekerja mencari pekerjaan di negara lain secara legal.
Dalam sambutan Rhamdani menyebutkan bila Kota Manado merupakan daerah ke-12 di Sulut yang sudah menandatangani MoU dengan BP2MI.
Rhamdani pun mulai memaparkan bahwa Pekerja Migran Indonesia yang dulu disebut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) merupakan penyumbang devisa kedua terbesar setelah migas 159,7 T dan tidak kalah dengan sumbangan sektor pariwisata, atau setara 7% APBN.
Rhamdani juga mengungkapkan peluang kerja di Jepang dan Korea. Kedua negara tersebut memiliki undang-undang perlindungan warga negara asing yang baik, memiliki tingkat standar gaji yang tinggi sehingga menjamin keselamatan dan juga kesejahteraan para PMI di sana. Rata-rata penempatan ke Korea setiap tahun sebelum Covid sebanyak 6.921 (2018) dan 6.201 (2019), bahkan sebelum lockdown awal 2020 hingga Maret tahun lalu masih tercatat 641 PMI.
Penempatan ke Korea ini memiliki prospek yang luar biasa, dimana untuk jabatan Perawat dan Caregiver (pengasuh lansia) memiliki gaji yang cukup besar, yakni mencapai 22 juta sampai 27 juta, dengan kontrak kerja 5 tahun. Demikian juga di Jepang dengan gaji kisaran 23 juta sampai dengan 30 juta.
“Ini angka penghasilan yang jauh dari rata-rata pekerja di negara kita, apalagi tingkat pelindungan yang sangat baik dengan tingkat rata-rata kekerasan yang sangat minimum,” kata dia.
Namun ada dua negara yang sering disosialisasikan BP2MI agar dihindari sebagai negara tujuan.
“Yaitu Timur Tengah dan Malaysia. Kedua negara tersebut memiliki Undang-Undang Tenaga Kerja sangat buruk,” sebut Rhamdani.
Di akhir sambutannya Rhamdani berharap semoga kolaborasi dan inisiatif positif ini terus dikuatkan dan dikembangkan.
“Semoga niat baik kita untuk melayani para pahlawan devisa tidak pernah luntur terbentur kepentingan yang tidak berpihak kepada Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya,” tutup Rhamdani.
Sementara Walikota Manado, Andrei Angouw juga dalam sambutan menyambut baik penandatangan MoU tersebut.
“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Benny dan BP2MI atas perhatian kepada Provinsi Sulawesi Utara khususnya Kota Manado. Tentunya kita sangat bersyukur,” ujar Walikota.
Walikota pun berharap MoU yang sudah ditandatangani secara bersama bisa segera terealisasi.
Ditambahkan Walikota Andrei Angouw, adalah tugas Pemerintah Kota Manado untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di kota berjulukan ‘Kota Tinutuan’ ini namun ada yang wajib diperhatikan.
“Ekonomi harus tumbuh. Ekonomi tumbuh masyarakat bisa memperoleh pendapatan lebih. Bagaimana? investasi harus jalan, ekspor harus jalan, konstruksi harus jalan,” ujar mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut ini.
Walikota pun memaparkan bila penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sama dengan ekspor.
“Eksportir itu uang masuk ke daerah kita. Dengan begitu daerah kita tumbuh,” jelas dia.
Dirinya mendorong agar masyarakat bisa bekerja ke luar negeri dengan tujuan menambah wawasan dan keahlian.
Angouw dengan tegas mengatakan akan mengawal langsung program tersebut agar bisa sukses demi kesejahteraan masyarakat khususnya Manado.
Sekedar untuk diketahui, penandatanganan MoU tersebut dihadiri langsung Walikota dan Wakil Walikota Manado, Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Pimpinan Bank BNI, Pimpinan BPJS dan undangan lainnya. Pelaksanaan kegiatan itu juga tetap mengedepankan protokol kesehatan.* (Jane)

LEAVE A REPLY