Bulan Ini Sidang Pemecah Ombak Minut Jilid 2 Bakal Digelar

0
77

Ilustrasi

CINTASULUT.COM,- Sidang kasus dugaan korupsi Pemecah Ombak di Desa Likupang Dua Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang merugikan negara sekira Rp8,8 miliar segera bergulir di Pengadilan Tipikor Manado. Kali ini melibatkan tersangka JT alias Junjungan. Dikonfirmasi awak media kepada Plt. KPN Manado, Vincentius Banar, SH. MH, lewat Juru Bicara (JuBir) PN Manado, Hakim Immanuel Barru, SH, Jumat (8/6/2018) pun membenarkan.
“Ya, kalo ngga salah tanggal 26 atau 27 Juni depan,” tuturnya.
Diketahui, JT alias Junjungan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara No. PRINT-114/R.1/Fd.1/02/2018 tanggal 13 Februari 2018. Dan resmi pula menjadi tahanan Kejaksaan pada Senin (14/5/2018) lalu berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor : PRINT- 02/R.1/Fd.1/05/2018 tanggal 14 Mei 2018.
Mantan Direktur Tanggap Darurat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat ini diduga tidak melakukan kajian yang benar atas usulan permohonan Dana Siap Pakai oleh Pemkab Minut, dengan tetap menyetujui usulan lokasi yang tidak sesuai dengan syarat administrasi yang diajukan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala BNPB No 6A Tahun 2011 Tentang Pedoman Pemakaian Dana Siap Pakai Pada Status Keadaan Darurat Bencana.nn
Tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang Dua Kabupaten Minahasa Utara.
Terhadap tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.* (jane)

=========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY