Campuran Boraks di Bahan Pangan Resahkan Masyarakat, Mangumbahang Tegaskan Tindak dan Beri Sanksi

0
20
Anggota-DPRD-Sulut-Ferdinand-Mangumbahang, ST.
Anggota-DPRD-Sulut-Ferdinand-Mangumbahang, ST.

CINTASULUT.COM,- Diduga adanya tindakan merugikan orang lain demi keuntungan pribadi, dalam hal ini dengan sengaja mencampur zat kimia berbahaya dalam bahan makanan yang mengancam kesehatan para konsumen, ditantang keras Anggota DPRD Sulut, Ferdinand Mangumbahang,ST. Menurutnya, ada aturan yang mengatur terkait penggunaan zat kimia.
“Bahan berbahaya adalah bahan kimia baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat racun. Dan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 472/Menkes/Per/V/1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan,” ujar Mangumbahang saat diwawancarai cintasulut.com via pesan singkat WhatsApp, Selasa (6/2/2018).
Lanjut dikatakan Anggota Komisi II bidang Keuangan dan Ekonomi ini, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan, bahan yang dilarang digunakan pada pangan, “Termasuk boraks,” tuturnya.
Di samping itu tambah Mangumbahang, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 239/Menkes/Per/V/1985 tentang Zat Warna Tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya, memuat puluhan zat warna yang dilarang digunakan untuk pangan.
Pelarangan tersebut, jelas Mangumbahang, tentunya berkaitan dengan dampaknya yang merugikan kesehatan manusia.
“Bila dugaan adanya zat kimia berbahaya yang di campur dalam bahan pangan itu benar, maka wajib dipertanyakan tugas dan fungsi pihak terkait dalam hal Balai POM. Bagaimana bentuk pengawasan instansi tersebut sebelum dinyatakan bisa beredar atau diperjual belikan secara bebas di masyarakat. Dan, apabila dugaan itu terbukti, maka sanksi keras wajib diberikan terhadap si penjual,” tandas Politisi Partai Gerindra ini menutup percakapan.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY