Cegah Radikalisme Dan Terorisme Masuk Kepulauan Sangihe, Tim Intelijen Kejagung RI Lakukan Monitoring

0
6
Tim Kejaksaan Agung RI melaksanakan Forum Grup Diskusi (FGD) terkait pemetaan potensi terjadinya kegiatan radikalisme dan terorisme di wilayah perbatasan, khususnya wilayah Kepulauan Sangihe.
Tim Kejaksaan Agung RI melaksanakan Forum Grup Diskusi (FGD) terkait pemetaan potensi terjadinya kegiatan radikalisme dan terorisme di wilayah perbatasan, khususnya wilayah Kepulauan Sangihe.

CINTASULUT.COM,- Dalam rangka mencegah masuknya paham rakidalisme dan terorisme di daerah kepulauan yang disinyalir rawan disusupi, Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) melaksanakan monitoring secara aktif.
Ini dilakukan juga oleh Kejagung RI lewat Tim Intelijen di daerah Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara, Rabu, (16/10/2019).
Pengawasan teritorial perbatasan di Kepulauan Sangihe ini dipimpin langsung Kepala Sub Direktorat A Pertahanan Keamanan pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Bambang Panca Wahyudi Hariadi, SH.MH.
Adapun dalam pelaksanaan monitoring tersebut, Tim Kejaksaan Agung melaksanakan Forum Grup Diskusi (FGD) dengan maksud untuk mendapatkan informasi dan data lengkap dari stakeholder terkait pemetaan potensi terjadinya kegiatan radikalisme dan terorisme di wilayah perbatasan, khususnya wilayah Kepulauan Sangihe yang secara geografis terletak di ujung utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan Negara Filipina. Kepulauan Sangihe dikhawatirkan berpotensi sebagai pintu masuk orang asing berpaham radikal.
Dalam sambutannya Bambang Panca Wahyudi Hariadi, SH.MH mengatakan, mengingat negara Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki pulau terluar, berbatasan dengan negara lain sehingga berpotensi menimbulkan terjadinya pelanggaran hukum.
“Terutama penyebaran paham radikalisme, terorisme yang akan memberikan dampak negatif pada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap dia di Aula Kejari Sangihe.

Tim Kejaksaan Agung RI melaksanakan Forum Grup Diskusi (FGD) terkait pemetaan potensi terjadinya kegiatan radikalisme dan terorisme di wilayah perbatasan, khususnya wilayah Kepulauan Sangihe.
Tim Kejaksaan Agung RI melaksanakan Forum Grup Diskusi (FGD) terkait pemetaan potensi terjadinya kegiatan radikalisme dan terorisme di wilayah perbatasan, khususnya wilayah Kepulauan Sangihe.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Sangihe Yunardi, SH.MH juga saat memberikan sambutan menyampaikan bahwa memang Kepulauan Sangihe rawan untuk disusupi paham radikal ataupun gerakan teroris karena banyak sekali jalur ilegal sebagai cara masuknya orang asing ataupun masuknya barang ilegal.
“Oleh karena itu diharapkan informasi yang detail dan akurat dari peserta FGD yang hadir pada hari ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan FGD tersebut, Tim Sub Direktorat A pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI mendapatkan data serta saran dari stakeholder terkait mengenai kondisi wilayah dan situasi kondisi di Kepulauan Sangihe.
Hadir sebagai narasumber di kegiatan itu adalah pakar penanganan terorisme Jaksa Agung Muda Intelijen, Bambang Suharijadi, SH.MH, Kasat Intelkam Polres Kepulauan Sangihe Iptu Ivan Y, SE, serta Pasi Intel Kodim 1301/Sangihe Kapten Djhon Datangmanis.
Sedangkan sebagai peserta yaitu Kepala Seksi Produksi Sarana Intelijen Kejati Sulut Khatrina I P, SH.MH, para Kasi dan Kasubag Kejari Kepulauan Sangihe, Kepala Kantor Imigrasi, perwakilan Lanal Tahuna, perwakilan FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama ) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Personel Pengamanan Pulau Terluar, Perwakilan Polairud Polres Kepulauan Sangihe, Tokoh Agama dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Diketahui, Tim Direktorat A Jaksa Agung Muda Intelijen akan melakukan peninjauan yang sama di Pulau Marore. Daerah ini juga merupakan pulau di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan berbatasan langsung dengan Negara Filipina. Hal ini pun guna melihat secara langsung kondisi dan situasi di wilayah perbatasan.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY