Ciptakan Generasi Muda Berkualitas di Bidang Pariwisata, Angouw Apresiasi Program CSR PT.MSM/TTN

0
27
Foto bersama Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw,SE bersama PT.MSM/TTN.
Foto bersama Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw,SE bersama PT.MSM/TTN.

CINTASULUT.COM,- PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia khususnya generasi muda di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang berkualitas, memberdayakan program positif yakni Corporate Social Responsbility (CSR). Hebatnya, CSR milik PT MSM/TTN ini mendongkrak generasi muda mengecap pendidikan hingga ke luar negeri yaitu Cina. Hal ini tentu saja mendapat apresiasi yang tinggi dari Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Andrei Angouw,SE.
“Apresiasi yang tinggi, kami berikan kepada PT MSM dan PT TTN, yang memiliki program Corporate Social Responsbility terukur dan berkelanjutan,” tutur Angouw saat menyambut 25 mahasiswa tercatat sebagai warga lingkar tambang dan telah menyelesaikan kuliah di Jiangsu Husbandry College, China, Rabu (17/7) siang di kantor DPRD Sulut.
Menariknya lagi, lanjut orang nomor satu di Gedung Cengkih ini, sebagai bentuk apresiasi, kesembilan mahasiswa ini akan dijadikan duta Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara.
“Patut diapresiasi,” kata Angouw.
Sementara, dikatakan Justinus Setiawan, CSR Manager kedua perusahaan bahwa PT MSM /TTN merupakan anak perusahaan Archi Indonesia yang sahamnya dimiliki oleh Rajawali Corpora yang senantiasa mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey.
“Sudah menjadi patron baku, setiap unit usaha Rajawali Corpora memperhatikan kesejahteraan, di antaranya peningkatan SDM di wilayah operasional. Untuk itu, kami akan secara kontinu menerapkan berbagai program yang bersifat berkelanjutan,” tutur Setiawan.
Ditambahkan pula oleh Setiawan, berbagai program yang diluncurkan PT MSM/TTN, harus berkelanjutan agar ketika masa produksi perusahaan berakhir masyarakat di sekitar tambang bisa mandiri.
“Karena sudah dibekali SDM yang handal,” tandas dia.
Sedangkan Hermawan Kartajaya, pendiri Mark Plus yang menjadi konsultan berbagai perusahaan terkemuka ini menegaskan, perlunya jiwa entrepreneurship bagi setiap pelaku pariwisata.
“Profesional saja tidak cukup. Profesionalitas di bidang masing-masing termasuk di dunia pariwisata memang dibutuhkan, namun masih kurang komplit jika tidak memiliki kemampuan entrepreneurship,” ungkapnya.
Bahkan, Kartajaya memuji sosok putra Sulut yaitu Peter Sondakh.
“Saya mengenal pak Peter Sondakh sebagai seorang putra daerah Sulawesi Utara yang memiliki idealisme untuk membangun bangsa, termasuk memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Intinya, pak Peter selalu menularkan kebaikan terhadap sesama,” ujar Hermawan Kartajaya.
Kartajaya pun memberikan kesempatan kepada para penerima bea siswa tersebut mengikuti pelatihan khusus untuk mendapatkan Sertifikasi Kompetensi yang dilakukan Global Sustainable Tourism Council (GSTC) dan berlaku secara International.
Pun, sembilan dari 25 mahasiswa jurusan pariwisata tersebut sabet ranking terbaik dan mendapatkan lagi beasiswa dari pemerintah China yang akan dimulai pada September mendatang.
Diketahui, hadir dalam pertemuan itu adalah GM Operasional PT MSM dan PT TTN, Scott Atkinson, Pimpinan Wilayah Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia, Ir. Alex Juli Chang pimpinan Pesona Bahari Indonesia yang mencarter Sriwijaya Air China-Manado, Communication and Media PT MSM, Hery Rumondor, dan Johanis Untung CSR Relation PT MSM.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY