Dalam Persidangan Terungkap, Pembangunan Pasar Iyok Masih Kantongi TGR

0
33
Para saksi saat memberikan keterangan dalam persidangan atas kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Iyok.
Para saksi saat memberikan keterangan dalam persidangan atas kasus dugaan korupsi pembangunan pasar Iyok.

CINTASULUT.COM,- Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan pasar tradisional Iyok di Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dengan tersangka IK alias Irma(50) terus bergulir di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (25/4/2018). Kali ini agenda pemeriksaan saksi.
Adapun ketiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Da’waan Manggalupang yaitu Fauzy Bahalwan sebagai Konsultan Pengawas, Ir Muhammad Assagap dan Dra Mieke Mamahit sebagai Tim Penyelesaian Kerugian Daerah atau Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan MPTP -Tuntutan Ganti Rugi TGR.
Saat sidang berlangsung, saksi Bahalwan mengaku telah dilakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek tersebut.
“Pekerjaan 83.35 persen tapi hasil terakhir masih belum selesai,” tutur saksi di hadapan Majelis Hakim Hj. Halidjah Wally dkk.
Sementara saksi Assagap mengatakan, dana yang dianggarkan secara umum untuk tiga pasar yaitu Pasar Buyat Kecamatan Kotabunan, Pasar Motongkat Kecamatan Motongkat, dan Pasar Iyok Kecamatan Nuangan.
Ketiga pasar itu, lanjut saksi Assagap, terdapat TGR dan telah dibayar pihak ketiga, namun untuk pembangunan pasar Iyok belum terselesaikan. Meskipun demikian, Pasar Iyok dan Pasar Buyat sudah beroperasi.
“Struktur bangunan, menara air, bak air, kran-kran sudah ada, tinggal air saja belum,” ungkap saksi menjawab pertanyaan Adhoc Emma Ellyani terkait pembangunan pasar Iyok kala itu, yang pengerjaannya hanya 83.35 persen.
Sedangkan saksi Meike M dalam memberikan keterangan dalam persidangan berujar bahwa TGR yang dikenakan kepada terdakwa tidak dibayar. Jangka waktu pembayaran TGR adalah 60 hari. Dan, sejak 2015 hingga kini belum diselesaikan terdakwa sejumlah Rp111 juta, sebagaimana dalam LHP BPK RI.
Atas keterangan para saksi, terdakwa pun membenarkan. Terdakwa didampingi Penasehat Hukum (PH) POSBAKUM PN Manado, Wensy Ricter cs.
Untuk diketahui, terdakwa Irma selaku Direktur CV Pratama harus menjalani proses hukum, karena saat perusahaannya mengerjakan pembangunan Pasar Iyok berbanderol Rp2 miliar lebih, didapati ada pekerjaan yang tidak sesuai bestek atau volume kerja. Bahkan, bangunan yang dikerjakan Tahun 2015 itu tidak terawat dan sudah rusak.
Akhirnya, menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulut. Dan ketika diaudit, diperoleh adanya kerugian negara ratusan juta rupiah.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY