DBD Menyerang, Panelewen: Fogging Bukan Upaya Pemberantasan Yang Utama

0
16
Dirut RSUP Kandou Malalayang, DR.dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD (kiri) dan Ketua Komisi 4 bidang Kesra DPRD Sulut, James Karinda, SH.MH (tengah)
Dirut RSUP Kandou Malalayang, DR.dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD (kiri) dan Ketua Komisi 4 bidang Kesra DPRD Sulut, James Karinda, SH.MH (tengah)

CINTASULUT.COM,- Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit berbahaya akibat gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus serang warga Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini tentu saja jadi perhatian bagi pemerintah dan masyarakat. Upaya pencegahan pun digalakkan untuk mencegah bertambahnya korban DBD tersebut.
Dikatakan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Malalayang Manado, DR. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD, kesadaran dari masyarakat adalah kunci utama dalam menghambat tumbuh dan berkembangnya penyakit DBD di Sulut, dengan memperhatikan kebersihan lingkungan dan rumah.
“Yang terutama itu kebersihan, trus dilakukan 3 M yaitu menguras, menutup, dan mengubur,” tutur Panelewen kepada sejumlah awak media pasca dilakukannya sidak oleh Ketua Komisi 4 DPRD Sulut, James Karinda, SH.MH, Jumat (11/1/2019) siang, di RSUP Kandou Malalayang.
Lebih lanjut dikatakan Dirut RSUP Kandou Malalayang ini, dilakukannya fogging atau penyemprotan dalam upaya pencegahan berkembangnya nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini tidak efektif.
“Dalam pencegahan, fogging bukanlah upaya yang terutama. Yang paling penting adalah masyarakat. Pola hidupnya, lingkungan dan higienis rumah termasuk sekolah,” tandas Panelewen, seraya mengingatkan pula agar menutup tempat penampungan air, menguras, dan menaburkan bubuk Abate dalam bak mandi.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY