DEPROV Setuju Dua Ranperda Dibahas Untuk Ditindaklanjuti

0
15
DPRD Sulut menggelar rapat paripurna Selasa (12/2/2018).
DPRD Sulut menggelar rapat paripurna Senin (12/2/2018).

CINTASULUT.COM,- DPRD Sulut di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Andrei Angouw, lewat pendapat fraksi-fraksi menyetujui bila Ranperda Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah PT. JAMKRIDA dan Ranperda Pertambangan Mineral yang merupakan usulan eksekutif untuk dibahas dan ditindaklanjuti. Hal ini diungkapkan pada pelaksanaan rapat paripurna, Senin (12/2/2018) siang tadi di Gedung DPRD Sulut.
Namun demikian, saat pembacaan pendapat-pendapat fraksi, tertuang sejumlah catatan untuk dipertimbangkan.
Adapun catatan-catatan dari fraksi yaitu Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi Gerindra, Fraksi Amanat Keadilan dan Fraksi Restorasi Nurani untuk Keadilan antara lain, agar memperhatikan pembentukan BUMD di Sulut. Jamkrida harus mampu tampil profesional, tidak menutup pintu perusahaan swasta yang sudah ada, serta penepatan SDM mempertimbangkan skill sehingga dapat dikemudikan secara maksimal.
Disamping itu, Jamkrida harus punya profit dan menempatkan orang yang tepat untuk mengelola jamkrida. Lebih lagi, harus transparan sesuai kemampuan keuangan daerah.
Begitupula halnya dengan Ranperda Pertambangan Mineral, para fraksi menitikberatkan pada kelestarian lingkungan. Sebab, namanya pertambangan otomatis mengganggu bahkan merusak alam. Sehingga, diimbau agar lokasi pertambangan mineral mengacu pada RTRW. Diusulkan pula pertambangan mineral harus sesuai prinsip lingkungan hidup dan memastikan pemberdayaan masyarakat.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat sampaikan sambutan dalam rapat paripurna DPRD Sulut, Senin (12/2/2018).
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat sampaikan sambutan dalam rapat paripurna DPRD Sulut, Senin (12/2/2018).

Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi lembaga DPRD Sulut yang sudah memberikan masukkan positif untuk kedua Ranperda tersebut.
“Saya percaya apa yang sudah disampaikan tadi telah melalui kajian pemikiran yang matang dan komperhensif, yang didalamnya ada suatu kepedulian, perhatian untuk terus memacu gerak roda pemerintahan, sehingga pembangunan semakin optimal. Hal yang membanggakan juga, didalamnya terdapat kolaborasi kerja yang konsumtif, sehingga mampu melahirkan pemikiran pemikiran yang cerdas, inovatif dan komperhensif yang sangat paripurna,” tutur Gubernur.
Masih oleh Gubernur, kedua ranperda tersebut diproyeksikan mampu menjadi bagian dari landasan pijak yang akan mengantar percepatan pembangunan di Sulut.
Gubernur pun menjelaskan, hadirnya Ranperda Jaminan Kredit Daerah, dipastikan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Begitupula dengan Ranperda Pertambangan Mineral.
Ditambahkan Gubernur, pembentukan Jamkrida adalah bagian dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2018.
Gubernur pun memastikan penempatan SDM yang tepat.
“Saya yakinkan kepada fraksi-fraksi, banyak yang bisa mengelola hal-hal seperti ini. Dan pemerintah konsentrasi betul dalam menempatkan SDM,” kata Gubernur.
Diketahui, turut hadir di rapat paripurna tersebut adalah Marthen Manopo dan Wenny Lumentut sebagai Wakil DPRD Sulut, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, Sekretaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen, FORKOPIMDA, Para Anggota Dewan lain, dan SKPD.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY