Di Reses Juddy Moniaga, Warga Tatapaan Keluhkan Infrastruktur Jalan Tak Sesuai Bestek

0
35
Anggota DPRD Sulut, Juddy Moniaga, lakukan reses di Minahasa Selatan (Minsel).
Anggota DPRD Sulut, Juddy Moniaga, lakukan reses di Kecamatan Tatapaan, Minahasa Selatan (Minsel).

CINTASULUT.COM,- Seperti halnya Anggota DPRD Sulut yang lain yang melakukan reses sesuai agenda Sekretariat Dewan, yakni antara 28 April hingga 8 Mei 2017, Juddy Moniaga,SE pun melakukan hal serupa. Kali ini Legislator dari Dapil Minsel-Mitra ini melaksanakan reses di tiga titik yakni Kecamatan Amurang, Amurang Barat, dan Kecamatan Tatapaan Desa Wawontulap.
Saat reses berlangsung, Moniaga menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat termasuk soal infrastruktur jalan, di mana pengaspalan jalan provinsi di Kecamatan Tatapaan antara Desa Bajo dan Desa Wawontulap diduga tidak sesuai bestek.

Reses Juddy Moniaga2“Masyarakat di Kecamatan Tatapaan berterima kasih kepada Pemprov Sulut yang telah melakukan pengaspalan jalan provinsi yang melintasi kecamatan tersebut. Tapi sangat disayangkan pengaspalan terindikasi tidak sesuai bestek, di mana sesuai pantauan dan laporan pemerintah dan masyarakat desa, pihak pelaksana tidak melakukan pengerasan yang betul sebelum dilakukan pengaspalan, juga tidak dilakukan pelaburan aspal sebelum dihotmix,” ujar Moniaga yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra di Deprov ini lewat pesan singkat WhatsApp miliknya.
Di samping itu lanjut Moniaga, masyarakat meminta Pemprov Sulut lewat anggota dewan untuk segera membangun normalisasi dan penguatan tebing Sungai Ranoyapo dan Sungai Ranowangko yang berlokasi di Kecamatan Amurang Raya.
“Karena, keresahan dan kecemasan dirasakan oleh masyarakat akibat meluapnya sungai dan bencana banjir, apalagi hujan deras yang datang tiba-tiba,” terang dia.
Masih oleh dia, masyarakat juga mengeluhkan minimnya tenaga medis seperti dokter dan bidan sehingga puskesmas yang ada terkesan terabaikan.
Ditambahkan pula, masyarakat Desa Wawontulap Kecamatan Tatapaan yang mayoritas petani dan nelayan mengharapkan bantuan pupuk; bibit kelapa, cengkih, dan pala dari pemerintah lewat kelompok tani; serta bantuan alat tangkap ikan lewat kelompok nelayan yang ada. Warga Desa Wawontulap pun mengimbau agar pemerintah membangun sekolah taman kanak-kanak (TK).
“Sejak awal desa exist belum ada sekolah TK,” ungkapnya seraya menambahkan ada juga aspirasi terkait pemberdayaan kelompok pemuda dan ibu-ibu kreatif, masyarakat memohon bantuan pelatihan dan pengadaan barang untuk menunjang usaha kecil. Usulan lain yaitu bantuan sosial bagi para lansia dan beasiswa untuk siswa miskin yang berprestasi agar bisa lanjut ke perguruan tinggi.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY