Diduga Konsolidasi DPC PDIP Bolmong Sengaja Dihambat

Tuuk Imbau Satgas Tahan Diri

0
89
Julius Jems Tuuk, Koamandan Satgas PDIP
Julius Jems Tuuk, Koamandan Satgas PDIP

CINTASULUT.COM,- Komandan Satgas PDIP, Ir. Julius Jems Tuuk, angkat bicara terkait aksi pemblokiran jalan di Desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow saat pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Dra Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk STh MM (YaYa) hendak bersilaturahmi di wilayah tersebut.
Menurut Jems Tuuk, aksi pemblokiran itu tidak dapat dibenarkan.  Sebab,  bisa memicu perselisihan antar pendukung masing-masing pasangan calon.
Untuk itu Legislator di DPRD Sulut itu meminta semua pihak untuk berpikir positif dan mengendalikan diri demi tercapainya keamanan menjelang pelaksanaan Pilkada Bolmong 2017.  “Saya minta semua pihak, termasuk Satgas PDIP menahan diri,” imbau Tuuk lewat ponsel saat dikonfirmasi cintasulut.com, Sabtu (22/10/2016).
Ditambahkan pula, tindakan anarkis sangat tidak baik dan merugikan masyarakat, “Jadi, apapun itu pengendalian diri sangat diharapkan, jangan sampai terjadi kekacauan.  Apalagi sampai pada tindak anarkis,” lanjut Tuuk.
Meski begitu, selaku Pimpinan Satgas PDIP, Tuuk pun meminta Kapolsek segera menangkap siapa saja yang melakukan penutupan jalan agar ke depan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jika, setelah tgl 24 Oktober 2016 masih terjadi penutupan jalan oleh sekelompok orang tertentu, maka saya memerintahkan kepada Satgas PDI Perjuangan untuk menangkap begundal2 yang ingin merusak pesta demokrasi berjalan tidak kondusif.   Apapun resikonya Satgas harus eksekusi, ketika Polisi tdk mampu melaksanakan tupoksi dalam mengamankan jalannya Pilkada,” tukas Tuuk.
Sebagaimana diberitakan, puluhan warga yang diduga simpatisan pasangan bakal calon bupati – wakil bupati Salihi Mokodongan dan Jefry Tumelap (SBM-Jitu), Kamis (20/10/2016), melakukan aksi pemblokiran jalan di kompleks kediaman mantan bupati,  Salihi Mokodongan di Desa Motobang.  Pemblokiran dilakukan dengan menggunakan kayu, bambu, bentor, dan mobil.  Aksi ini dilakukan untuk menolak pasangan  YaYa masuk ke desa tersebut.  untuk bersilaturahmi dengan salah satu Pengurus Anak Cabang  PKB Kecamatan Lolak yang berdomisili di Desa Motabang.* (Jane)

LEAVE A REPLY