Diduga Praktek Pemalsuan Tanggal Kadaluarsa, KSBSI Adukan PT. Sukandar Jaya ke Komisi IV

0
11
Komisi IV DPRD Sulut gelar rapat dengar pendapat dengan Disnaker, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan pekerja PT Sukandar Jaya yang terkena PHK.
Komisi IV DPRD Sulut gelar rapat dengar pendapat dengan Disnaker, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan pekerja PT Sukandar Jaya yang terkena PHK.

CINTASULUT.COM,- DPRD Sulut lewat Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (KESRA), Kamis (26/4/2018) siang tadi menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Tenaga Kerja serta Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan pekerja yang terkena PHK.
Pada RDP tersebut terungkap bahwa PT. Sukandar Jaya diduga telah melakukan pemalsuan tanggal kadaluarsa produk barang. Bahkan pemalsuan tanggal kadaluarsa ini  sudah dilakukan sejak tahun 2014 dan masih berlangsung sampai hari ini.
“Praktek pemalsuan tanggal kadaluarsa dilakukan atas perintah pimpinan dengan cara menggunakan mesin yang dipesan khusus,” jelas mantan karyawan saat rapat hearing.
Juga dijekaskannya, praktek pemalsuan dilakukan untuk semua produk barang yang dipasarkan oleh perusahaan dan merupakan produk luar negeri.
“Setelah dipalsukan kemudian barang dipasarkan ke outlet di Manado, juga ke sejumlah wilayah Kabupaten Kota,” ungkapnya.
Atas laporan tersebut Ketua Komisi IV James Karinda bersama sejumlah Anggota Komisi yang hadir di antaranya, Fanny Legoh, Herry Tombeng, Lucia Tarore, Jongky Limen, dan Nory Supit, berharap kasus ini harus diseriusi karena ini sangat membahayakan apalagi dilakukan terhadap produk makanan.
“Nanti saat hearing lanjutan, Komisi IV akan melakukan klarifikasi kepada pihak perusahaan dan jika terbukti melanggar harus ada langkah hukum dan tidak bisa dibiarkan,” tegas Karinda
Sementara itu sesuai laporan Dinas Tenaga Kerja propinsi, dari hasil investigasi diketahui bahwa laporan tersebut ada dan pihaknya telah membentuk tim investigasi yang bekerjasama dengan aparat kepolisian.
“Sudah ada hasil namun demi menjaga jangan sampai disalahgunakan oleh pihak tertentu kami tidak bisa menyampaikan secara terbuka,” jelas salah satu kepala sub bagian penindakan Disnaker Sulut.
Sejumlah produk yang dipalsukan yakni susu merk Diamin, Sande, dan juga ikan Salmon.* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY