Dihantam Pandemi Covid-19, Kejati Sulut Tetap Kerja dan Peduli

0
11
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh. Iqbal Arief, SH.MH saat menerima penghargaan WBK.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh. Iqbal Arief, SH.MH saat menerima penghargaan WBK.

CINTASULUT.COM,- Tak bisa dipungkiri Pandemi Covid-19 membuat pekerjaan dan kegiatan di semua bidang menjadi terhambat. Sejak bulan Maret 2020 lalu, virus ini menyerang Negara Indonesia yang berdampak morat-maritnya perekonomian hingga pendidikan. Bahkan, banyak instansi yang selang beberapa bulan harus kerja dari rumah. Namun demikian dibutuhkan antisipasi dengan mengutamakan protokol kesehatan sehingga bisa melakukan tugas dan fungsi yang maksimal. Ini pula dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut).
Sebagai lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan Undang-Undang, Kejati Sulut sadar benar terkait pentingnya melaksanakan tupoksi yang maksimal. Atas tekad tersebut Kejati Sulut mampu mencapai beberapa poin sebagai bentuk penghargaan.
Seperti di Bidang Pembangunan Infrastruktur, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh. Iqbal Arief, SH.MH telah menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bertempat di Lapangan Sapta Taruna Kementerian PUPR Jakarta. Penghargaan diberikan karena keberhasilan pendampingan penyelesaian masalah hukum dan pengamanan percepatan pembangunan infrastruktur PUPR di Wilayah Sulawesi Utara.
Kedua, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Kejaksaan Negeri Tomohon dan Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe telah memperoleh penghargaan Zona Integritas (ZI) dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) pada kegiatan Apresiasi dan Penganugerahan kepada Satker yang mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Jakarta. Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh. Iqbal Arief, SH. MH., Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon Edi Winarko, SH. MH., dan Kajari Kepulauan Sangihe Yunardi, SH. MH.
Di Tahun 2020 ini juga Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muh. Iqbal Arief telah mendorong dan mengusulkan empat Kejaksaan Negeri untuk mengikuti penilaian Satuan Kerja Pembangunan Zona Integritas menujuk WBK dan dua Kejari yang diusulkan mengikuti penilaian WBBM oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan selaku Tim Penilai Internal (TPI) pada tanggal 24 Juni 2020 untuk diajukan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Adapun empat Kejari yang diusulkan WBK yaitu, Kejari Manado, Kejari Minahasa Utara, Kejari Minahasa Selatan, dan Kejari Kepulauan Talaud. Sementara dua Kejari yang diusulkan WBBM adalah Kejari Tomohon dan Kejari Kepulauan Sangihe.

Dihantam Pandemi Covid-19, Kejati Sulut Tetap Kerja dan Peduli.
Dihantam Pandemi Covid-19, Kejati Sulut Tetap Kerja dan Peduli.

Menariknya, di tengah pendemi covid-19, Kejati Sulut ikut andil dalam memutus mata rantai penyebaran dan membantu masyarakat yang terdampak covid-19. Tugas Sosial Kemasyarakat di masa Pandemi Covid-19 yang telah dilakukan termasuk melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19; melakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Kejaksaan, fasilitas yang ada disekitar kantor, dan Rumah Dinas; serta menerapkan Protokol Covid-19 dengan menyiapkan bilik penyemprotan disinfektan, tempat mencuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh dengan Thermoscan, perbersihan tangan dengan hand sanitizer; penggunaan masker dan penggunaan faceshield. Selain itu, Kejati Sulut juga melakukan Rapid Test Covid-19 kepada para pegawai serta membantu para pegawai dengan masker dan faceshield.
Kajati Sulut dan Ketua IAD Wilayah Sulut pun menggelar aksisosial berbagi kasih dengan memberikan bantuan Tali Asih berupa sembako dan masker kepada para pegawai, para jurnalis dan masyarakat Kota Manado yang terdampak.
Kejati Sulut dan Kejari se-Sulut bersama Kejaksaan Agung juga berbagi kasih kepda masyarakat terdampak di daerah masing masing secara serentak. Bukan hanya itu, Kejati Sulut pun memberikan bantuan kepada Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Manado berupa APD sebanyak 285 paket. Kejati dan IAD Wilayah Sulut juga selama sebulan telah membagikan 6000 nasi bungkus untuk masyarakat terdampak covid 19. Ini dilakukan dalam rangka Hari BHAKTI ADHYAKSA (HBA) ke-60 pada tanggal 21 Juli 2020 yang bertemakan “TERUS BERGERAK DAN BERKARYA”.* (jane)

LEAVE A REPLY