Dilantik Jokowi, Petrus Golose Resmi Jadi Kepala BNN

0
5
Irjen Pol. Petrus R. Golose (Wikipedia).
Irjen Pol. Petrus R. Golose (Wikipedia).

CINTASULUT.COM,- Presiden Joko Widodo Rabu kemarin (23/12/2020) melantikΒ  Irjen Petrus Reinhard Golose sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara Jakarta. Petrus dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 203/TPA tahun 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi utama di lingkunganΒ BNN. Mantan Kapolda Bali itu menggantikan posisi Komjen Heru Winarko yang pensiun sejak 1 Desember lalu.
Dengan jabatan barunya itu, Petrus bakal menyandang pangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen).
Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BNN, sejak 16 November 2020 Petrus mengemban amanat sebagai Pati Bareskrim Polri. Sebelumnya selama hampir 4 tahun ia menjabat sebagai Kapolda Bali dan menjadikannya sebagai Kapolda terlama. yakni hampir 4 tahun.
Dalam karirnya di kepolisian ia banyak berjibaku di bidang reserse dan terorisme.Β  Jabatan yang pernah dipegangnya yaitu sebagai Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya, Waka Densus 88 Antiteror Polda Metro Jaya, Kanit V Dit II/Eksus Bareskrim Polri, Wadir II/Eksus Bareskrim Polri (2010), Direktur Penindakan di Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) (2010-2015), dan sejak 2015 menjabat Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT.
Bersama kompatriotnya yaitu Tito Karnavian (sekarang Menteri Dalam Negeri), Idham Azis (sekarang Kapolri), dan Rycko Amelza Dahniel (sekarang Kabaintelkam), alumnus SMPP Negeri 29 Manado (sekarang SMA 7 Manado,Β red) tahun 1984 ini berhasil melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur pada 9 November 2005. Atas prestasi tersebut jenderal kelahiran Manado, 27 November 1965 itu pernah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto.
Dalam karir kepolisiannya, ia pernah turut serta sebagaiΒ Peace Keeping ForceΒ (UN CIVPOL) di Kamboja-UNTAC (1993) dan Bosnia (2000-2001). Petrus aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, workshop yang berkaitan denganΒ money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri.
Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, AS, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina. Petrus aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008 pada tanggal 21 April 2008.
Ketika menjabat sebagai Kepala Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri ia pernah menangani dua kasus hacking di Indonesia yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yaituΒ hackingΒ website KPU dan hacking website Partai Golkar.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 ini juga memegang gelar doktor di bidang Kajian Ilmu Kepolisian setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul β€œManajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking. Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana HackingΒ  Website Partai Golkar Oleh Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri” pada 7 Juni 2008. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998. Kemudian ia menamatkan Program Magister Manajemen tahun 2002.
Ia tercatat pernah menulis beberapa buku.Β  Di antaranyaΒ Seputar Kejahatan Hacking: Teori dan Studi Kasus (2008),Β Deradikalisasi Terorisme Humanis, Soul Approach dan Menyentuh Akar Rumput (2009), sertaΒ Invasi Terorisme ke Cyberspace (2015).*Β (Fendy)

SHARE

LEAVE A REPLY