Dinas Kehutanan Kalangkabut, Tuuk Sodorkan Dua Pertanyaan

0
19
Julius Jems Tuuk (tengah).
Julius Jems Tuuk (tengah).

CINTASULUT.COM,- Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (15/1/2020) kemarin memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat dari Komisi II Bidang Ekonomi di DPRD Sulut. Dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan, Roy Tumiwa dan didampingi para Kepala Bidang (Kabid) juga staf lainnya, rapat tersebut terkesan tegang saat Anggota Komisi II, Jems Tuuk menyodorkan dua pertanyaan sekaligus.
“Saya ingin tahu, selama membangun hutan mana saja yang berhasil? Paling tidak lima tahun terakhir,” tanya Jems Tuuk di rapat.
Sedangkan pertanyaan kedua, lanjut Tuuk, dimana letak hutan yang masih ‘perawan’ di Sulut.
“Di Sulawesi Utara di mana letak hutan yang dianggap masih ‘perawan? Tolong dijawab dengan menggunakan data,” ujar Politisi PDIP ini.
Menanggapi itu Tumiwa mengatakan bahwa ada 22 kelompok tani yang menerima bantuan pada tahun 2019.
“Salah satunya Kelompok Tani Mokopian di Bolangitang Timu, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Luasnya 25 hektar untuk penanaman bibit. Kemudian di Desa Bangolano Kecamatan Bolaang Mongondow. Dan itu berhasil,” ungkap kadis yang disambut dengan permintaan data terperinci oleh Jems Tuuk.
Sedangkan pertanyaan kedua yakni apakah masih ada hutan ‘perawan’ di Sulut dan dimana lokasi hutan tersebut, dijelaskan Tumiwa bahwa akan dilihat dalam peta.
“Karena peta itu sudah ada warna-warna yang menunjukkan apakah masuk hutan primer yang belum diganggu manusia,” kata Tumiwa seraya meminta agar Kepala UPTD di wilayah Bolmong dan Bolmut untuk menambahkan penjelasannya.
Menurut Kepala UPTD yang disebut Pak Usman, tidak ada lagi hutan ‘perawan’ di Sulut.
“Sudah tidak ada pak, kalau mau cari hutan ‘perawan’ di Sulawesi Utara sudah tidak ada,” aku dia seraya mencontohkan Taman Nasional yang ada di Dumoga Bolmong.
Dirinya pun menambahkan, hutan primer dan sekunder ada di Sulut.
Sementara terkait keberhasilan yang dicapai Dinas Kehutanan Sulut dibeberkan Usman contohnya bantuan kemiri di beberapa wilayah di Bolmong. Dan, masih oleh Kepala UPTD ini, pernah diberikan bantuan di Desa Komus Bolmut.
“Tahun 2003 saya pernah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi tanaman mangrove. Dan saat sekarang karena berhasil, mereka menggunakan dana ADD, sebagian,” tandas dia.
Diketahui, RDP ini dipimpin langsung Ketua Komisi II, Cindy Wurangian didampingi Christo Lumentut (Wakil) dan Jein Rende (Sekretaris). Hadir pula anggota Komisi II lainnya yaitu, Inggrid Sondakh, Sandra Rondonuwu, Sjenny Kalangi, Nick Lomban.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY