Dinas P3A Pemprov Kembali Tugaskan Satgas Kementerian P3A RI Sulut Bebaskan Korban Trafficking di Papua

0
52
Lima remaja korban trafficking berhasil dipulangkan dari Serui, Papua ke Manado oleh Satgas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI Sulut dari Serui Papua.
Lima remaja korban trafficking berhasil dipulangkan dari Serui, Papua ke Manado oleh Satgas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI Sulut dari Serui Papua.

CINTASULUT.COM,- Setelah sukses bebaskan korban trafficking di Nabire, Papua beberapa waktu lalu, lagi Satgas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI Sulut di bawah kepemimpinan Adv. EK. Tindangen, SH, berdasarkan surat tugas dari Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Pemprov Sulut, sukses pulangkan lima korban trafficking dari Serui, Papua.
“Dengan tugas khusus ini satgas langsung ke Serui Papua. Kapolda Papua menugaskan satu personil dari reskrim untuk mengawal perjalanan satgas dan tim sampai ke Manado,” tutur Tindangen yang juga Ketua LPAI Sulut ini kepada wartawan, Senin (4/12/2017) di ruang kerjanya.
Menurut Tindangen, orang tua korban sangat berterima kasih.
“Ya, kami tim baru saja memulangkan lima korban trafficking dari Serui, Papua. Dan baik masyarakat, para korban, orang tua dari Malalayang dan Tomohon sangat berterima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak yaitu Ibu Meike Pangkong, karena sudah memberikan tugas khusus kepada Satgas Kementerian P3A RI Sulut ke Serui, Papua untuk menjemput lima anak yang jadi korban. Orang tua juga berterima kasih kepada bapak Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw. Sudah sepatutnya negara hadir membantu para korban Anak Trafficking yg menjadi korban para germo hiburan malam,” ujar dia.

penandatangan berita acara serah terima Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Provinsi Sulut kepada orang tua korban di P2TP2A, disaksikan Kadis P3A Sulut dan Satgas Kementerian PPA KP3A Wilayah Sulut.
penandatangan berita acara serah terima Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Provinsi Sulut kepada orang tua korban di P2TP2A, disaksikan Kadis P3A Sulut dan Satgas KP3A Wilayah Sulut.

Tindangen pun menghimbau agar peran aktif orang tua terus mengawasi anak mereka, apalagi di usia remaja.
“Orang tua harus lebih ketat menjaga anaknya, terutama di lingkungan mana anak-anak itu bergaul. Jangan sampai kejadian seperti ini. Intinya, saya mengharapkan anak-anak di bawah umur di Manado lebih berkarya di Manado, dan jangan mau jadi target para pengusaha-pengusaha karaoke atau tempat hiburan malam di Papua,” tandas Ketua IKADIN Sulut dan Ketua Posbakum Pengadilan Negeri Manado itu.
Diketahui, sebelum akhirnya bertemu Satgas Kementerian P3A RI Sulut, salah satu korban trafficking sempat melarikan diri dari tempat kerja yaitu tempat karaoke dan meminta bantuan ke Polres Serui. Dipimpin langsung Kasat Reskrim, Iptu Pol. Handry Bawiling, S.Sos, menggrebek tempat karaoke tersebut. Setelah itu, para korban ditampung di rumah aman yang akhirnya dijemput Satgas Kementerian P3A RI Sulut. Sedangkan serah terima korban kepada orang tua, Minggu (3/12/2017).
Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Pemprov Sulut, Meike Pangkong mengatakan bahwa Pemprov Sulut sangat konsen dengan hal tersebut.
“Pemerintah Provinsi Sulut sangat konsen. Pak Gubernur dan Wakil Gubernur konsen terhadap korban-korban trafficking ini. Kan masuk juga pada program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK). Ini juga hal-hal sosial yang harus diselesaikan. Ini kan eksploitasi anak yang sangat merugikan,” tutur Pangkong.
Lanjut Pangkong, usaha membebaskan para korban trafficking dari oknum tidak bertanggung jawab akan terus berlangsung.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY