Dinilai Tidak Berdampak Buruk Untuk Lingkungan, Walhi Support Rekor Selam di Manado

0
14
Theo Runtuwene, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Perwakilan Sulawesi Utara.
Theo Runtuwene, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Perwakilan Sulawesi Utara.

CINTASULUT.COM,- Kegiatan selam dalam rangka pemecahan tiga rekor dunia yang akan diselenggarakan di laut Kota Manado, Sulawesi Utara selama tiga hari, yakni 1-3 Agustus 2019, diapresiasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Perwakilan Sulawesi Utara.
Menurut Walhi, pemecahan tiga rekor dunia selam tersebut tidak memiliki dampak buruk untuk lingkungan.
Dikatakan Direktur WALHI Sulawesi Utara, Theo Runtuwene, pihaknya justru ikut mensupport kegiatan yang dipelopori oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), mengingat dampak yang diberikan justru positif untuk masyarakat dan tidak mengganggu ekosistem lingkungan.
“Kegiatan selam yang dilaksanakan WASI selama ini justru positif. Beberapa kali kegiatan cinta lingkungan seperti bersih-bersih pantai, bersih sampah di laut juga dilaksanakan WASI. Artinya, untuk kegiatan selam justru banyak positifnya,” tutur Runtuwene.
Lanjut Runtuwene, agenda pemecahan rekor dunia memberikan dampak dan nilai positif di tengah masyarakat, baik dari segi mendukung pariwisata juga bagaimana mengedukasi masyarakat bagaimana pentingnya kebersihan lingkungan.
“Artinya, kan tidak mungkin kegiatan besar seperti ini dilaksanakan di laut Manado jika kemudian laut kita itu kotor atau tidak baik. Makanya, ini juga bisa jadi ajang sosialisasi, bagaimana menjaga lingkungan kita agar tetap indah, agar kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa dilaksanakan,” kata Runtuwene kembali.
Sekadar informasi, Wanita Selam Indonesia pimpinan ibu Tri Suswati Karnavian, rencananya akan memecahkan 3 rekor dunia selam. Organisasi di bawah POSSI ini, akan memecahkan rekor penyelaman massal bertarget 3.000 penyelam, rantai manusia terpanjang dalam air dan pembentangan bendera terluas di dunia.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY