Ditetapkan P-21 Oleh Kejagung RI, 3 Tersangka dan Bukti Kasus Dugaan Korupsi Dana Bencana 2014 ‘Mendarat’ di Kejari Manado

0
219
Kajari Manado, Maryono,SH.MH mengenakan kemeja putih saat menerima 3 tersangka dan bukti dari Kejagung RI terkait kasus dugaan korupsi dana pasca bencana banjir di Manado tahun 2014.
Kajari Manado, Maryono, SH. MH mengenakan kemeja putih saat menerima 3 tersangka dan bukti dari Kejagung RI terkait kasus dugaan korupsi dana pasca bencana banjir di Manado tahun 2014.

CINTASULUT.COM,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, Kamis (16/4/2020) menerima tiga tersangka dan bukti terkait dugaan korupsi dana pasca bencana banjir yang melanda Kota Manado tahun 2014 silam yang diserahkan langsung oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI lewat Tim Penyidik Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) yang diketuai Jaksa Penyidik Junaidi, SH. MH.
Penyerahan para tersangka tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Agung menyatakan perkara tersebut telah lengkap (terpenuhi syarat formil dan materiil) dan di P-21 dengan tersangka masing-masing atas nama MJT selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), YSR selaku Direktur PT. KDK, dan AYH selaku Dirut Operasional.
Bahwa penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari Tim Satgassus P3TPK Kejaksaan Agung R.I dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Manado dan diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Manado Parsaoran Simorangkir, SH.MH serta dilakukan penelitian terhadap para tersangka dan barang bukti.
Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Manado melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka tersebut selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Malendeng di Manado sejak tanggal 16 April 2020 s/d 05 Mei 2020, dengan pertimbangan memudahkan persidangan karena para tersangka akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Manado.
Perbuatan para tersangka menyebabkan Negara dirugikan sebesar Rp. 8.716.887.612,- (Delapan milyar tujuh ratus enam belas juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu enam ratus dua belas rupiah).
Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp. 8.716.887.612,- tersebut, para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dan melawan hukum dalam penggunaan dana hibah dari Pemerintah Pusat yang dianggarkan dalam APBD Kota Manado pada Satuan kerja BPBD Kota Manado.
Terhadap ketiga tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang – undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang–Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Bahwa penyerahan tanggung jawab tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) dan penahanan para tersangka dipantau langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Manado Maryono, SH. MH, dan sekaligus membenarkan adanya penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari Tim Satgassus P3TPK Kejaksaan Agung RI kepada Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Manado.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY