Dugaan Pemalsuan Data KK, MHT Terpaksa Duduk Di Kursi Pesakitan

0
64
Sidang kasus dugaan pemalsuan data kk digelar di PN Manado.
Sidang kasus dugaan pemalsuan data kk digelar di PN Manado.

CINTASULUT.COM,- MHT alias Hans (52) akhirnya harus merasakan duduk di kursi pesakitan. Dirinya didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edwin Tumundo, di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (14/2/2018). Dalam kasus dugaan pemalsuan Kartu Keluarga (KK)
“Atas perbuatan terdakwa, diancam pidana pasal 93 UU RI no 23 tahun 2006, UU RI no 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, dan pidana pasal 263 ayat (2) KUHPidana,” ujar Tumundo di hadapan Majelis hakim yang dipimpin, Denny Tulangow, dengan anggota Benny Simanjuntak dan Ferry Sumlang.
Membacakan surat dakwaan, kejadian pada 14 Oktober 2010, di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado. Saksi Alharun datang ke kantor terdakwa di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Manado menghadap terdakwa di ruang kerjanya, kala itu terdakwa sebagai Kepala BKD.
Terdakwa minta tolong pada saksi agar diterbitkan KK atas nama terdakwa. Saksi kemudian ke kantor Disdukcapil Kota Manado. Saat itu, terdakwa kemudian menelpon saksi dan memberikan data sebagaimana yang diminta saksi, untuk dimasukan ke dalam Kartu Keluarga (KK).
Setelah ditulis dalam selembar kertas dan dimasukkan kepada Kepala Disdukcapil Manado, kala itu Evan Liow, sesuai data base yang diterima oleh Disdukcapil Kota Manado dari Pencatatan Sipil Kabupaten Minahasa.
Data diserahkan pada saksi Nirbito di bidang Administrasi Kependudukan untuk dicetak dalam Kartu Keluarga (KK), data yang ada hanya nama dari terdakwa, beserta anak anak terdakwa Rivo dan Nindya.
Saat saksi menanyakan soal nama ibu anak-anak terdakwa pada salah satu staf, yang kemudian memberitahukan nama Magdalena Katuuk. Dan berdasarkan data base yang dikirim dari Disdukcapil Kab Minahasa ke Manado bahwa di dalam kolom orang tua, yakni ayah dan ibu dari anak-anak adalah kolom kosong, serta di dalam kolom status perkawinan adalah cerai mati. Data lainnya sudah tidak diubah lagi sebagaimana diminutasi dari Disdukcapil Minahasa.
Di Disdukcapil Manado data status perkawinan adalah cerai mati. Karena Disdukcapil kota Manado beranggapan bahwa istri terdakwa sudah meninggal dunia, dan saat itu tidak mengetahui kalau terdakwa sudah menikah lagi. Dan setelah selesai KK diserahkan kepada terdakwa.
Atas hal itu, Magdalena kemudian mengadukan hal itu. Dirinya berkeberatan jika sejak terdakwa menikah sah dengannya pada tanggal 1 Februari 2007 sesuai kutipan Akta Perkawinan no 5/09/2007, dan memiliki anak hasil perkawinan sah antara saksi dan terdakwa, dan miliki KK no 109/DT/XI/2007, status istri sah dan masih dalam keadaan hidup.
Parahnya, terdakwa sendiri ketika diklarifikasi tidak pernah mengajukan keberatan agar kesalahan data atau pengetikan KK dirubah.
Ternyata, KK dipergunakan terdakwa tanpa sepengetahuan saksi untuk membeli rumah yang ada di perumahan Royal Residen dengan cara kredit melalui Bank.
“Saksi kemudian merasa dirugikan, bagi dirinya dan anak Alfa yakni kehilangan hak mewarisi selaku ahli waris yang sah dari terdakwa,” tutup Tumundo.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY