Empat Pelajar SMA Ditabrak ASN BPK RI, Dua Luka Berat

0
153
Salah satu korban saat dirawat di RSUP Kandou Malalayang pasca operasi
Salah satu korban saat dirawat di RSUP Kandou Malalayang pasca operasi

CINTASULUT.COM,- Sungguh tragis apa yang dialami 4 pelajar SMA di Desa Tonom Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Sekitar pukul 13:30 WITA tepatnya di Desa Tonom keempat siswa tersebut hampir saja meregang nyawa. Dua motor yang dikendarai keempat siswa saat di perjalanan pulang sekolah ditabrak kendaraan roda empat jenis Avanza berwana silver.
Mengejutkan lagi, dari informasi yang diterima bahwa yang mengendarai mobil tersebut sebagai PNS BPK RI inisial S (57).
Sesuai keterangan dari orang tua salah satu korban yang ditemui awak media, Selasa (11/2/2020) pasca dioperasi di ruang Adelweys RSUP Kandou Malalayang, bahwa pihak Bupati Bolmong turun langsung dalam proses penanganan medis di RSUP Malalayang.
“Bahkan bupati telpon langsung. Ada juga orang kepercayaan bupati yang datang saat pertama di
Rumah Sakit dan registrasi,” tutur ibu korban seraya mengungkapkan bila sejak hari pertama di RSUP ada beberapa orang yang sudah menemuinya dan mengutarakan untuk tempuh jalan damai.
Dan, sejumlah saksi mata saat kecelakaan itu terjadi yang ditemui awak media, Rabu (12/2/2020) mengemukakan keterangan yang berbeda terkait dugaan adanya sejumlah uang dalam mobil penabrak.
“Saya tidak bisa menyebutkan secara pasti, estimasinya sekitar 5 juta,” tutur inisial (AS) seraya menyebutkan pecahan nominal uang yakni Rp100 ribu, Rp50 ribu dan Rp20 ribu.
Saksi juga menyebutkan bila melihat di bagasi belakang mobil ada dua tas.
“Satu tas warna merah dan 1 tas warna hitam. Ada juga tas yang isinya laptop, ada handphone. Itu sudah saya amankan dan atas permintaan pelaku saya serahkan semua barang dan uang kepada pelaku,” ungkap AS.
Lain lagi yang disampaikan saksi mata (LB). Dikatakan, dirinya sempat melihat uang pecahan Rp100 ribu berbandrol.
“Kita (saya) lihat dari luar lewat kaca mobil ada uang banyak, ada tiga bendel dan uang lainnya berhamburan di lantai mobil,” tutur saksi.
Sementara, saat awak media mengkofirmasi peristiwa tersebut ke pihak Polsek Dumoga Timur, Kapolsek sedang tidak berada ditempat. Dan terkorek informasi lewat Petugas Piket bahwa berkas perkara kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Kotamobagu, Selasa (11/2/2020) sedangkan kejadian terjadi pada senin 10/2/2020.
Untuk diketahui, keempat siswa SMK yang menjadi korban Lakalantas yaitu,
1. Leonardo Mewengkang(16) pelajar alamat Desa Tonom Domoga Timur.
2. Frendly Pandelaki(16) Desa Modomang.
3. Hendriko Rahmadi(16) Desa Modomang
4.Valentino Loway(17) Desa Modomang.
Hingga berita ini diturunkan, awak media belum bisa menemui pelaku karena sedang melakukan audit di Pemkab Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).* (jane)

 

SHARE

LEAVE A REPLY