Gebrakan Kejati Sulut Tahun 2019, Lakukan Kegiatan Penkum Gunakan Mobil Penyuluhan Keliling

0
33
Kejati Sulut Lakukan kegiatan Penyuluhan Hukum (Penkum) di SMA Katolik Rex Mundi Manado, Rabu (20/2/2019).
Kejati Sulut Lakukan kegiatan Penyuluhan Hukum (Penkum) di SMA Katolik Rex Mundi Manado, Rabu (20/2/2019).

CINTASULUT.COM,- Menarik apa yang dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) dalam melaksanakan kegiatan Penyuluhan Hukum (Penkum).
Bila sebelumnya kegiatan Penkum dilakukan dalam ruangan, di tahun 2019 ini kegiatan tersebut dilakukan juga di luar ruangan dengan menggunakan mobil Penyuluhan Hukum Kejati Sulut yang merupakan bantuan dari Kejaksaan Agung RI. Seperti yang dilaksanakan di SMA Katolik Rex Mundi Manado, Rabu (20/2/2019).
Dalam kegiatan itu, Kasi Penkum Yoni E. Mallaka, SH selaku narasumber, menjelaskan maksud dilaksanakannya kegiatan Penkum.
“Berdasarkan Pasal 30 UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Kejaksaan RI, salah satu tugas Kejaksaan di bidang ketertiban dan ketenteraman umum adalah turut menyelenggarakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat tersebut dilaksanakan salah satunya dengan Program JMS saat ini. JMS merupakan salah satu program unggulan Kejaksaan RI dalam rangka menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik”, kata Mallaka
Senada, Kasi E Khathryna I. Pelealu, SH. MH yang juga tampil sebagai narasumber, dalam pemaparannya menjelaskan tentang maksud kedatangan Tim Penkum Kejati Sulut di SMA Katolik Rex Mundi Manado.
“Mungkin adik-adik ada yang bertanya kenapa kami ada di sini. Kami ada untuk mengenalkan hukum sejak dini kepada adik-adik supaya mengerti hukum dan jauh dari hukuman melalui program Jaksa Masuk Sekolah,” terang Pelealu yang akrab disapa Ikent itu.

Para siswa dan siswi SMA Katolik Rex Mundi Manado antusias mengikuti penyuluhan hukum yang digelar Kejati Sulut.
Para siswa dan siswi SMA Katolik Rex Mundi Manado antusias mengikuti penyuluhan hukum yang digelar Kejati Sulut.

Lebih lanjut Ikent menjelaskan bahwa, ada banyak definisi hukum menurut para ahli tetapi hukum itu dalam arti yang sederhana adalah aturan yang jika dilanggar ada sanksinya.
“Seperti terlambat masuk sekolah, bolos sekolah, merusak fasilitas sekolah, mencoret-coret di lingkungan sekolah serta menggunakan atribut sekolah tidak sesuai aturan dari sekolah yang bersangkutan,” terang Ikent.
Ikent pun menjelaskan tentang beberapa tindak pidana yang banyak melibatkan generasi muda dewasa ini, yakni penyalahgunaan Narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam seperti pisau badik dan panah wayer, percabulan, mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tidak mengenakan helm. Ada juga yang menjadi korban trafiking (perdagangan orang) serta memposting konten-konten berupa kata-kata, video, ataupun gambar yang tidak layak di media sosial.
“Untuk adik-adik yang hadir di sini, saya harap tidak ada yang akan terlibat dalam hal-hal tersebut. Itu hanya akan merusak masa depan adik-adik. Tugas adik-adik adalah belajarlah dengan baik dan belajarlah sekuat tenaga, buatlah orang tua anda bangga dengan prestasi adik-adik,” pungkas Ikent.
Kunjungan Tim JMS disambut langsung Kepala Sekolah Sr. Rita Manuel, SJMJ, S.Pd, M.M bersama jajarannya dan para siswa.
Adapun Tim JMS Kejati Sulut yakni, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E. Mallaka, SH., Kasi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna I. Pelealu, SH.MH, Morais Barakati, SH.MH, Reny Hamel, SH, Heskiel Sumombo, SH, Augustinus Nong, dan Tertius Lumimbus.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY