Gelar KOPDAR, Melky Pangemanan Angkat Topik Antisipasi Penyebaran Covid-19 Pandemic

0
1
Anggota DPRD Sulut Melky J  Pangemanan (MJP) gelar Kopdar, Senin (16/3/2020).
Anggota DPRD Sulut Melky J Pangemanan (MJP) gelar Kopdar, Senin (16/3/2020).

CINTASULUT.COM,- Melky Jahkyn Pangemanan (MJP) untuk kesekian kalinya menggelar diskusi atau dikenal dengan sebutan Kopi Darat (KOPDAR).
Kegiatan bulanan ini sekaligus melaporkan kerja bulan Februari 2020.
Menariknya, selain penyampaian laporan kerja, KOPDAR, Senin (16/3/2020) ini pula mengangkat topik yang kini menjadi persoalan dunia yaitu Virus Covid-19 atau lebih dikenal dengan sebutan Virus Corona.
Diskusi KOPDAR ini menghadirkan dr. Andi Silangen, Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut Bidang Kesejahteraan Rakyat (KESRA); Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik dan Pemerintahan di Sulut dan Direktur Eksekutif TAC; Kadis Pariwisata Sulut, Heindry Kaitjily; serta para wartawan yakni FORWARD.
Saat diskusi berlangsung, dr. Andi Silangen memaparkan tentang Virus Corona. Menurutnya virus adalah penyakit menular yang disebabkan oleh beberapa faktor termasuk kuman. Sementara, Virus corona sendiri menyerang saluran pernapasan.
dr. Andi menjelaskan pula terkait enam mata rantai penyebaran virus tersebut.
“Pertama, harus mengenal virusnya, dalam hal ini virus corona adalah tipe virus yang menyerang saluran pernafasan.
Kedua, virus corona adalah jenis virus RNA, virus yang tidak stabil, jenis virus yang tidak bertahan lama jika keluar dari inangnya.
Ketiga, penyebab (asal muasal) virus corona dalam hal ini adalah virus yang berasal dari hewan, penularannya dimulai dari hewan ke manusia, dan saat ini menjadi dari manusia ke manusia. Virus ini bisa bergejala bisa juga tidak.
Keempat, cara keluarnya virus-virus corona yang menular dari manusia ke manusia, menular melalui batuk dan bersin
Kelima, cara masuk virus-virus corona masuk lewat saluran pernafasan. Dan keenam, siapa saja yang bisa tertular? Virus corona bisa menulari siapa saja, namun orang yang beresiko tinggi tertular adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas dan punya penyakit penyerta,” terang Silangen.
Lanjut dikatakan dr. Andi, virus tidak punya cara pengobatan khusus.
“Selama ini virus diobati berdasarkan gejala yang ada (contoh jika batuk maka pasien diberikan obat batuk). Virus ini adalah jenis virus yang bisa sembuh dengan sendirinya. Dari data yang ada skala 97% sembuh dan 3% kematian. 3% ini adalah mereka yang punya penyakit bawaan lainnya,” ungkap dia.
Sedangkan Dokter Steven Dandel (Juru Bicara Covid-19) menyampaikan, Covid-19 baru terdeteksi kode genetiknya pada tanggal 17 januari 2020. Gejala yang dimunculkan hampir sama dengan SARS, MERS dan beberapa penyakit flu lainnya.
“Yang membedakan adalah pola penjangkitan dan fatalitasnya,” ucap Dandel.
Masih oleh Dandel, sejak tanggal 25 Januari 2020 di Manado sudah ada tujuh orang yang masuk kategori PDP (Pasien Dalam Pemantauan) dan hasil pemeriksaannya Negatif.
“Per hari ini di Kota Manado sudah ada 10 orang PDP. Dalam menanggulangi Covid-19 pemerintah sudah melakukan langkah-langkah preventif dengan tetap berhati-hati dalam menyampaikan informasi demi menghindari kepanikan di masyarakat,” kata Dandel.
Lanjut Dandel, sistem penanggulangan Covid-19 berjalan sesuai standar prosedur yang sudah ditetapkan oleh WHO.
Sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu panik, dengan tetap menjaga kesehatan dan pola hidup sehat,” imbuhnya.
Terkait pasien yang dijadikan PDP, sudah seharusnya ada privatisasi data pasien agar tidak terjadi diskriminasi, masyarakat diminta tidak fokus dengan pasien PDP Covid-19, tapi fokuslah dengan cara menjaga diri masing-masing dari penularan virusnya, karena yang tidak bergejala sekalipun belum tentu tidak terpapar virus.
Sementara dari sektor pariwisata sangat berdampak akibat merebaknya Virus Corona.
Sampai hari ini sudah banyak pekerja-pekerja sektor pariwisata yang awalnya bekerja melayani turis mancanegara harus dirumahkan.
Hal ini diakui pula oleh Kadis Pariwisata Sulut, Henry Kaitjili juga di diskusi KOPDAR MJP.
“Aktivitas pariwisata pun sudah di lockdown. Kerugian secara ekonomi jelas terjadi. Untuk itu harapannya saat ini seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama bersatu melawan Covid-19. Kita contoh penanggulangan covid-19 di China, tidak lagi saling menyalahkan tapi bersama-sama membangun kesadaran diri bahwa ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Kadis.
Taufik Tumbelaka (Direktur Eksekutif TAC) berharap pemerintah provinsi bisa melibatkan media sebagai corong informasi agar mampu memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat sehingga tidak terus terjadi kesimpang-siuran informasi.
“Buat satgas dan tim khusus untuk terus mengupdate info-info terbaru,” himbau Tumbelaka.
Putra Gubernur Pertama di Sulut ini menghimbau agar masyarakat tetap tenang, tidak panik, apalagi sampai melakukan Panic Buying.
“Percayakan pada Pemerintah dan Dinas Kesehatan bahwa penanggulangan Covid-19 sedang diatasi dengan sebaik-baiknya,” tandas Tumbelaka.
Saat mengakhiri diskusi, Anggota DPRD MJP menyampaikan bahwa DPRD Provinsi sebagai lembaga yang melakukan pengawasan, berperan serta melakukan edukasi ke masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi Virus Covid-19.
“Ada dana APBD Sulawesi Utara sebesar 45 milliar yang dialokasikan pemerintah untuk penanggulangan Covid-19, saya akan memastikan bahwa anggaran tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan dan keselamatan masyarakat Sulawesi Utara,” tegas Pangemanan.
Tambah Pengemanan, saat ini secara nasional telah diambil langkah Social Distancing selama 14 hari ke depan.
“Langkah ini adalah langkah preventif yang mengacu pada standar prosedur WHO, diharapkan dalam 14 hari ke depan agar masyarakat khususnya anak sekolah yang diminta belajar di rumah, agar benar-benar mematuhi langkah Social Distancing ini. Ini diambil demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kita harus disiplin, lakukan pola hidup sehat, banyak mengkonsumsi sayur dan buah, rajin cuci tangan, minum multivitamin jika perlu, dan selalu berdoa pada Tuhan agar senantiasa dijauhkan dari berbagai keburukan dan penyakit. Tuhan memberkati Sulawesi Utara, Tuhan memberkati Indonesia dan dunia. Amin,” kunci MJP. * (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY