Ketua GP.Ansor Manado, Rusli Umar.
Ketua GP.Ansor Manado, Rusli Umar.

CINTASULUT.COM,- Penyerangan tunggal secara brutal yang terjadi di gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Jogjakarta, Minggu (11/2/2018) sekira pukul 07:30 WIB dikecam keras berbagai pihak. Bahkan, GP Ansor Manado mengutuk keras aksi brutal yang dilakukan oknum mahasiswa Suliyono (23) asal Krajan Kandangan Pesanggrahan Banyuwangi Jatim itu.
Ketua GP.Ansor Manado, Rusli Umar saat dikonfirmasi media ini lewat telepon mengatakan, GP. Ansor sangat mengutuk keras apa yang terjadi di Jogjakarta kemarin.
“Ini menandakan bahwa rasa Kebangsaan berupa penghormatan terhadap keragaman mulai terkoyak,” tutur Umar.
Menurutnya, saat ini ujaran kebencian dan berita hoax sudah dianggap hal yang biasa oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
“Ini tidak lain karena kita terlalu permisif terhadap apa yang selama ini terjadi di sekitar kita, di lingkungan, keseharian yang menganggap ujaran kebencian, penyebaran berita hoax serta ekstrimisme cara beragama seolah hal yg biasa saja. Akhirnya kita menyaksikan sendiri dan melihat fakta hari ini,” sesal dia.
Dengan tegas dikatakan Ketua Ansor Manado ini, pemerintah harus lebih sigap dengan isu isu radikalisme, ekstrimisme agama.
“Cara paling ampuh adalah tidak bisa mentolerir semua tindakan yang mengarah pada intoleransi beragama. Karena itu sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandas Umar.
Diketahui, Minggu (11/2/2018) pagi telah terjadi aksi penyerangan di Gereja Katolik St. Lidwina, di Dukuh Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman, Jogjakarta. Penyerangan terjadi saat ibadah misa pagi sedang berlangsung di gereja tersebut. Saat itu seorang pria yang belakangan diketahui bernama Suliyono tiba-tiba masuk ke dalam gereja dengan pedang terhunus dan menyerang secara membabi buta hingga melukai 4 orang, termasuk Pastor Karl-Edmund Prier SJ yang sedang memimpin misa.
Pelaku akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas setelah sebelumnya juga sempat melukai seorang polisi. Semua korban selanjutnya dilarikan ke RS Panti Rapih, sedangkan pelaku dibawa ke RS Bhayangkara.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY