Hadapi Pandemi Covid-19, Andrei Angouw Himbau Masyarakat Jangan Panik dan Pemda Segera Buat Kebijakan Antisipasi

0
14
Andrei Angouw, Ketua DPRD Sulut.
Andrei Angouw, Ketua DPRD Sulut.

CINTASULUT.COM,- Meningkatnya angka pasien yang terkena Virus Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) wajib diseriusi tiap pihak baik pemerintah ataupun masyarakat. Persatuan, gotong royong dituntut agar Pandemi Covid-19 segera berakhir.
Andrei Angouw, SE, Ketua DPRD Provinsi Sulut pun angkat bicara. Menurut Angouw lewat cuitan di media sosial (medsos) facebook, Senin (13/4/2020), dalam menghadapi pandemi Covid-19, segenap masyarakat Sulut agar bersatu dengan melaksanakan tupoksi masing masing.
Di samping itu Angouw juga menghimbau agar Pemerintah Daerah (Pemda) harus segera membuat kebijakan kebijakan untuk mengantisipasi masalah ini.
“Permendagri 20 tahun 2020 telah memberikan kewenangan yang besar kepada pemerintah daerah untuk menggunakan anggaran dalam mengantisipasi masalah ini tanpa persetujuan lebih dulu dari DPRD,” bunyi pesan Angouw di facebook.
Lebih lanjut Ketua DPRD Sulut dua periode ini menghimbau para Pimpinan dan Anggota DPRD supaya mendukung segala upaya pemerintah daerah masing masing.
“Ini waktunya kita mengerahkan seluruh tenaga dan upaya kita ke satu tujuan yang sama. Mengantisipasi wabah Covid-19 dari segi kesehatan, keamanan, ekonomi, dan sosial. Kita tinggalkan kepentingan politik dan pribadi kita. Kita fokus menghadapi wabah ini,” pesan Angouw.
Dirinya juga mendukung Aparat Keamanan dan Penegak Hukum untuk bersikap tegas dalam melaksanakan aturan-aturan yang telah dikeluarkan pemerintah, dan menindak tegas segala bentuk provokasi termasuk di medsos yang berpotensi menggangu keamanan.
Tak lupa Angouw mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan dukungan terhadap tenaga medis dalam menghadapi wabah ini.
“Saya berharap para tenaga medis bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kalian adalah garda terdepan dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Doa saya, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi kalian dan keluarga kalian,” tutur Angouw di FB.
Sementara pesan untuk masyarakat di Sulut agar mengikuti semua anjuran, himbauan, dan aturan yang dikeluarkan Pemerintah.
“Jangan masyarakat membuat aturannya sendiri-sendiri, bisa terjadi kekacauan. Karena pendapat masyarakat tentu berbeda-beda. Pemerintah ada untuk mengatur, bukan untuk diatur. kebijakan harus dipikirkan masak-masak termasuk implikasinya,” imbau Angouw seraya mencontohkan wacana yang berkembang mengenai penutupan bandara.
“Harus dipikirkan pengiriman barang-barang strategis yang akan masuk seperti masker, APD, obat obatan, dll; dan barang-barang yang akan keluar seperti sampel swab dari pasien PDP, dll. Kalau bandara ditutup, bagaimana kita memobilisasi barang-barang tersebut? Mungkin termasuk orang yang harus membawa langsung barang strategis tersebut. Dan juga, kita tidak akan pernah tau kalau ada keluarga atau orang yang kita cintai harus datang ke Sulawesi Utara, apapun alasannya,” ucap Angouw di status FB nya.
Sabagai informasi, tambah Angouw, saat ini pemerintah provinsi sementara mempersiapkan Pergub dan fasilitas rumah singgah untuk mewajibkan karantina 14 hari bagi semua orang yang masuk Sulawesi Utara.
“Proses ini sedikit terhambat karena adanya penolakan dari masyarakat di sekitar rumah-rumah singgah yang akan disiapkan tersebut, tapi pemerintah telah melakukan pendekatan-pendekatan untuk memastikan tersedianya fasilitas tersebut,” ungkap dia.
Dirinya pun mengajak kiranya seluruh masyarakat bisa bersatu, bertoleransi, bertenggang rasa dengan masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kita tidak akan pernah tahu besok hal yang sama bisa terjadi kepada kita, dan keluarga kita atau orang yang kita cintai. Inilah saatnya persatuan kita diuji, inilah saatnya kemanusiaan kita diuji,” pesan Angouw.
“Saya juga menghimbau Masyarakat jangan cepat panik, tapi jangan juga lengah. Kita harus bermedsos secara bijak. Kembali saya mengingatkan kita semua harus bertanggung jawab sesuai tupoksi kita masing-masing.”
Pesan Angouw pun diarahkan untuk para pelaku politik, termasuk simpatisan dan pendukung masing masing untuk tidak menggunakan situasi ini dengan menyerang lawan politik dan memprovokasi masyarakat.
“Pakailah kesempatan ini untuk membantu masyarakat tanpa harus menyerang orang lain. Kiranya Tuhan menolong dan melindungi kita sekalian, salam bae,” himbau Angouw lewat status FB.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY