HAK se-Dunia, Jaksa Agung RI Akui Kejahatan Korupsi Bersifat Sistemik

Kejati Sulut Melaksanakan Upaca Dan Berbagai Kegiatan

0
11
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara melakukan upacara peringatan  Hari Anti Korupsi (HAK) se-dunia dipimpin  Wakajati Sulut A. Dita Prawitaningsih, SH, MH.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara melakukan upacara peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) se-dunia dipimpin Wakajati Sulut A. Dita Prawitaningsih, SH, MH.

CINTASULUT.COM,- Tanggal 9 Desember diperingati sebagai Hari Anti Korupsi (HAK) se dunia. Untuk itu, dalam memperingati Hari Anti Korupsi tersebut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara melakukan upacara diikuti kegiatan lainnya, Senin (09/12/2019) pukul 08.00 WITA bertempat di Kantor Kejati Sulut.
Adapun rangkaian kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi sedunia Tahun 2019 mengangkat tema “Bersama Melawan Korupsi, Mewujudkan Indonesia Maju”.
Saat memimpin upacara itu,
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Wakajati Sulut) A. Dita Prawitaningsih, SH, MH, dalam membacakan Amanat Jaksa Agung Republik Indonesia yang pada pokoknya Kejahatan korupsi diakui tidak hanya sebagai masalah yang sangat kompleks, meluas, namun juga bersifat sistemik.
“Fakta menunjukkan, seringkali korupsi tumbuh subur sebagai bagian dari masifnya kekuasaan ekonomi, hukum dan politik dan bahkan bagian dari sistem itu sendiri. Oleh karena itu, dalam hal penanggulangan korupsi ini tidak hanya semata-mata diperlukan langkah-langkah pemberantasan yang bersifat sinergis, komplementer, terintegrasi dan proporsional, namun orientasi penanggulangannya juga harus dapat memberikan solusi yang memberikan manfaat bagi perbaikan sistem,” ucap Wakajati Sulut mengutip amanat Jaksa Agung RI.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara melakukan upacara peringatan  Hari Anti Korupsi (HAK) se-dunia dipimpin  Wakajati Sulut A. Dita Prawitaningsih, SH, MH.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara melakukan upacara peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) se-dunia dipimpin Wakajati Sulut A. Dita Prawitaningsih, SH, MH.

Kondisi tersebut lanjut Wakajati, tentunya harus diimbangi dengan adanya kesiapan, kapasitas, kapabilitas dan kompetensi dari aparat penegak hukum Kejaksaan, serta didukung pula dengan instrument hukum yang memadai agar upaya pengungkapan kasus korupsi dapat berjalan secara optimal dan kesadaran anti korupsi pada masyarakat dapat terbentuk.
Masih oleh Wakajati mengutip amanat Jaksa Agung, berkenaan dengan hal tersebut semangat perubahan yang hendak ditularkan dari penerapan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), diharapkan menjadi salah satu ikhtiar yang patut dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan untuk menciptakan reformasi birokrasi.
“Yang pada gilirannya dapat mewujudkan institusi Kejaksaan yang bersih, efektif, efisien, produktif, transparan, akuntabel dan terpercaya,” tutup Wakajati.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian stiker dipimpin langsung Wakajati Sulut dan para asisten di beberapa lokasi di Kota Manado
Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian stiker dipimpin langsung Wakajati Sulut dan para asisten di beberapa lokasi di Kota Manado

Dalam upacara ini juga dilakukan penyerahan Kartu E-JMS (Jaksa Sahabat Milenial) kepada perwakilan Milenial oleh pimpinan BRI Cabang Manado Dekhi Ensya Permadi. Dimana, kerjasama Kejaksaan dan BRI Cabang Manado untuk menerbitkan Kartu dalam bentuk E-Money untuk melayani dan memproses transaksi digital sebagai pengganti uang tunai ( Kartu Brizzi), yang akan digunakan untuk para Milenial yang tergabung dalam Jaksa Sahabat Milenial Kejati Sulut
Usai upacara, dilanjutkan dengan jumpa pers, dimana disampaikan Kejati Sulut bahwa tahun 2019 Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan se-Sulut telah menangani Penyelidikan 23 Perkara, Penyidikan 16 perkara, Penuntutan 30 perkara, eksekusi 23 perkara, potensi kerugian negara Rp15.428.911.069,- dan yang berhasil diselamatkan sebesar Rp7.004.294.552,-
Untuk diketahui, kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian stiker dipimpin langsung Wakajati Sulut dan para asisten di beberapa lokasi di Kota Manado yaitu di depan kantor Kejati Sulut, Patung Sam Ratulangi, Patung Kuda Paal 2, di Lapangan Tikala (depan Pemkot Manado), di depan Lapangan KONI, di Terminal Malalayang, di Bandara Sam Ratulangi, dan di Pelabuhan Manado.
Selain itu dalam pembagian stiker tersebut, dilibatkan juga anak-anak TK Adhyaksa VIII yang dipimpin Ketua Adhyaksa Dharma Karini (IAD) Wilayah Sulut Ny. Nurhayati Andi Iqbal beserta Penggurus IAD Sulut dan guru-guru TK Adhyaksa VIII.
Turut dalam kegiatan itu, para Asisten, Kepala Kejaksaan Negeri Manado, Para Koordinator, seluruh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulut dan Kejaksaan Negeri Manado, Mahasiswa yang tergabung dalam Jaksa Sahabat Milenial (JSM), siswa-siswi SMP Negeri 1 Manado serta para wartawan baik cetak maupun elektronik.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY