Hanafi Sorot Minimnya Penyuluh Bidang Pertanian

0
19
Hanafi Sako, Komisi I DPRD Sulut (kri) dan  Novly Wowiling, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut (kanan).
Hanafi Sako, Komisi I DPRD Sulut (kri) dan Novly Wowiling, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut (kanan).

CINTASULUT.COM,- Banyaknya bantuan yang disalurkan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota patut diapresiasi. Ini juga dilakukan Anggota DPRD Sulut, Hanafi Sako. Namun demikian, masih banyak pula petani yang tidak tahu bagaimana cara mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut. Dikatakan Legislator dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini, saat dirinya melakukan serap aspirasi di beberapa lokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) waktu lalu, petani keluhkan minimnya bantuan berupa pupuk bersubsidi dan bibit dari pemerintah. Walaupun sudah dijelaskan oleh Politisi dari Partai Golkar ini, bahwa para petani harus membentuk kelompok tani dan menyerahkan proposal kepada pemerintah melalui dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan, tetap saja para petani masih merasa bingung.
“Setelah ditelusuri, mengapa para petani kurang mengerti sosialisasi karena penyuluh masih kurang,” tutur Sako yang ditemui awak media, Senin (19/11/2018) kemarin di gedung kantor DPRD Sulut.
Dirinya menghimbau agar pemerintah wajib memperhatikan bahkan menambah tenaga penyuluh yang sudah ada. “Ya harus ditambah, biar sosialisasinya berjalan sesuai yang diinginkan,” ucap anggota Komisi I ini.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulut, Novly Wowiling saat dikonfirmasi wartawan via ponsel terkait minimnya tenaga penyuluh pun membenarkan.
“Kalau penyuluh pertanian memang keadaannya seperti itu,” tutur Wowiling.
Untuk itu, lanjut Kadis Pertanian dan Peternakan ini, sosialisasi banyak petani tidak mengetahuinya. “Setiap tahun sudah seperti ini, polanya hampir sama. Kecuali program baru, ya bisa jadi dorang (petani) tidak tahu,” aku dia.
Ungkap Wowiling, sebagai kadis dirinya memiliki program baru dalam rangka penyebaran informasi seperti membuat website, media masa, dan pemantapan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
“Itu upaya-upaya dinas pertanian provinsi menjawab persoalan arus informasi yang sedikit lambat,” kata Wowiling seraya mengulangi bahwa tenaga penyuluh pertanian memang kurang. Mengantisipasi itu, tutur Wowiling, diupayakan penyuluh swadaya.
“Dari petani trampil menjadi sumber pengetahuan bagi petani,” ucapnya.
Dirinya juga mengapresiasi apa yang menjadi masukan dari Anggota DPRD Sulut, Hanafi Sako.
“Saya menanggapi positif dengan usulan ini, terima kasih untuk pak Hanafi Sako,” tandas Wowiling.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY