IKA UNSRAT Gelar Simposium di DPRD Sulut

Angouw: Sejarah perjalanan melawan penjajahan telah membuktikan bahwa bangsa ini selalu bersatu

0
21
IKA UNSRAT gelar Seminar Nasional bertema  "Pemantapan Ideologi Pancasila Bagi Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme Di wilayah Perbatasan", Senin (27/11/2017).
IKA UNSRAT gelar Simposium Nasional bertema “Pemantapan Ideologi Pancasila Bagi Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme Di wilayah Perbatasan”, Senin (27/11/2017).

CINTASULUT.COM,- Ikatan Alumni Universitas Sam Ratulangi (IKA UNSRAT), Senin (27/11/2018) melaksanakan Simposium Nasional dengan Tema “Pemantapan Ideologi Pancasila Bagi Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme Di Wilayah Perbatasan”. Simposium digelar di Gedung DPRD Sulut di bilangan Kairagi, Manado.
Kegiatan yang digagas Ketua dan Sekretaris IKA Unsrat, Prof. Ishak Pulukadang dan Risat Sanger SIP ini, menghadirkan narasumber dari pusat, yaitu DR. Anas Saidi PhD (Deputi I Unit Kerja Pancasila) dan Prof.DR. Henny Warsilah (Peneliti LIPI). Sedangkan pembicara dari daerah adalah Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Prof. Ishak Pulukadang serta pre-reviuw Risat Sanger.

IKA UNSRAT gelar Seminar Nasional bertema  "Pemantapan Ideologi Pancasila Bagi Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme Di wilayah Perbatasan", Senin (27/11/2017).
IKA UNSRAT gelar Simposium Nasional bertema “Pemantapan Ideologi Pancasila Bagi Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme Di wilayah Perbatasan”, Senin (27/11/2017).

Dalam sambutan sekaligus memberikan materi singkat, Angouw memaparkan beberapa beberapa hal bagaimana menangkal paham-paham radikalisme, juga ancaman terorisme.
“Kewaspadaan kita selama ini dalam rangka menangkal soal radikalisme dan teorisme, selalu ada penyamaan persepsi untuk melawannya,” kata Angouw.
Dikatakan pula bahwa Pancasila dalam setiap pelaksanaan dan implementasi di lapangan sudah merupakan filterisasi dalam menangkal gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk penangkalan paham radikalisme dan teorisme.
Selanjutnya, Angouw menyinggung tentang metode aksi bangsa ini untuk keluar dari keterpurukan, yakni menerapkan Konsep Trisaksi Bung Karno yang sedang dijalankan Pemerintah Nasional sekarang.
“Termasuk perbaikan ekonomi nasional agar dapat mensejahterakan masyarakat. Rakyat yang sejahtera akan terhindar dari paham-paham yang merongrong pedoman bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tutup politisi PDIP ini.
Diketahui, kegiatan simposium dihadiri unsur generasi muda, mahasiswa dan siswa SMU/SMK.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY