Ini Pencapaian di Bidang-Bidang Kejati Sulut

0
41
Gedung Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Gedung Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

CINTASULUT.COM,- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) selalu transparan terkait penggunaan anggaran dan penanganan kasus.. Untuk itu, demi keterbukaan publik, Kejati Sulut memaparkan secara terperinci terkait pancapaian di tiap bidang.
Adapun keenam Bidang tersebut sekaligus pencapaian adalah sebagai berikut:

1. Bidang Pembinaan.
– Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) terdiri dari 1 Kejati, 11 Kejaksaan Negeri (Kejari) dan 2 Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari).
– Jumlah pegawai Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara sebanyak : 109 orang dengan rincian Jaksa sebanyak 49 orang dan Tata Usaha sebanyak : 60 orang.
Jumlah Pegawai Kejaksaan se-Sulawesi Utara sebanyak : 404 orang dengan rincian Jaksa sebanyak 159 orang Tata Usaha sebanyak 245 orang.
– Capaian realisasi anggaran periode Januari s/d Juni 2020 yaitu Pagu Dana sebesar Rp. 31.342.173.000,- dan Realisasi sampai dengan Juni 2020 sebesar Rp. 9.110.577.332,- sehingga persentase sebesar 36.61 %.
– Sehubungan dengan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2012 dan juga peraturan Kepala Arsip Nasional RI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip, maka Kejaksaan Tinggi Sulut telah melaksanakan Penataan Arsip dengan bantuan tenaga Arsiparis pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara sejak akhir Januari 2020 s/d Maret 2020.
– Jumlah pegawai Kejati Sulut yang mendapat kenaikan pangkat periode Januari s/d Juni 2020 sebanyak 41 orang.
– Jumlah pegawai Kejati Sulut yang mendapat mutasi di wilayah hukum Kejati Sulut periode Januari s/d Juni 2020 sebanyak 27 orang.
– Jumlah pegawai Kejati Sulut yang mendapat Penghargaan Satyalencana Karya Satya periode Januari s/d Juni 2020 sebanyak 27 orang.

2. Bidang Intelijen
– Telah melakukan pencegahan tindak pidana dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan dalam Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (BINMATKUM) dengan Kegiatan Penyuluhan/Penerangan Hukum, Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan Kegiatan Jaksa Menyapa, sebanyak 54 (lima puluh empat) kali.
– Telah menindaklanjuti laporan dengan melakukan tindakan Operasi Intelijen Yustisial sebanyak 12 kasus.
– Telah melakukan Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) pada Bidang Intelijen sebanyak 4 (empat) kegiatan dengan jumlah anggaran seluruhnya sebesar RP. 84.480.887.840,- dan telah terealisasi sebesar Rp.78.835.533.335,-

3. Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum)
• Penanganan Perkara Pidum.
– Telah menerima Pemberitahuan Surat Perinta Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik kepolisian sebanyak 1.816 perkara.
– Telah dinyatakan lengkap sebanyak : 722 Perkara.
– Telah diterima penyerahan tersangka dan barang bukti dan disindangkan sebanyak : 460 perkara
– Telah dieksekusi sebanyak 433 perkara.
– Perkara yang menarik Perhatian Masyarakat ada 3 (tiga) perkara, yaitu :
– Perkara pengrusakan tempat ibadah atas nama tersangka Yunita AN dan kawan-kawan, yang disangka melanggar pasal 170 ayat (1) sub pasal 406 KUHP JO PASAL 55,56 KUHP.
– Perkara meresahkan masyarakat melalui postingan FB atas nama tersangka Muhammad L yang disangka melanggar pasal 14 ayat (1) UU No.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dana atau pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang ITE
– Perkara membawa dan memiliki Narkotika atas nama tersangka ABDUL E N. (anggota DPRD) Melanggar pasal 112 ayat (1) subsidair pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
– Perkara yang menonjol atau yang dominan sebanyak 61 perkara, yang terdiri dari perkara Narkotika, Perkara Perikanan, Perkara Pengrusakan Lingkungan, perkara Trafiking (Kasus Mi Chat) dan Perkara Pangan.
– Pelaksanaan sidang secara Virtual (online) perkara Pidum melalui aplikasi zoom sebanyak 3.128 kali.

4. Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus)
– Penyelidikan : 12 Kasus
– Penyidikan : 6 Perkara
– Penuntutan : 10 Perkara
– Eksekusi : 11 Perkara
– Potensi Kerugian Keuangan Negara Rp. 23.103.028.698,- dan berhasil diselamatkan sebesar Rp. 2.311.288.380,-

5. Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
– Kerjasama (MoU) dengan Instansi Pemerintah/BUMN/BUMD sebanyak 20 (dua puluh) MOU.
– Surat Kuasa Khusus sebanyak 310 (tiga ratus sepuluh) surat, yaitu sebanyak 6 Kegiatan proses Litigasi dan 304 kegiatan proses Non Litigasi.
– Jumlah Pendampingan Datun seluruhnya sebesar Rp. 2.609.844.560.468,- dan telah terealisasi sebesar Rp.2.107.634.936.708,- dengan perincian :
– Pendampingan Refocusing Anggaran dan realisasi terkait penanganan covid-19 Januari-Juni 2020 sebesar Rp. 569.280.268.796,- dan telah direalisasi Rp.283.346.976.504,-
– Pendampingan hukum lainnya diluar Refocusing Anggaran Januari-Juni 2020 sebesar 2.040.564.291.672,- dan telah direalisasi sebesar 1.824.287.960.204,-

6. Bidang Pengawasan
Jumlah laporan pengaduan yang masuk sebanyak 12 laporan dan yang telah dijatuhi hukuman disiplin sebanyak lima orang.* (jane)

Sumber: Press Rilis Humas Kejati Sulut

SHARE

LEAVE A REPLY