Interupsi Yusra Bergema di Ruang Paripurna

0
4
Yusra Alhabsyi
Yusra Alhabsyi

CINTASULUT.COM,- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut telah menyepakati Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulut Tahun 2021.
Adapun interupsi dari salah satu Anggota DPRD Sulut Dapil Bolaang Mongondouw Raya (BMR) Yusra Alhabsyi mengenai pentas seni pagelaran teater Pingkan Matindas “Cahaya Bidadari Minahasa” yang dipentaskan Institut Seni Budaya Independen Manado (ISBIMA) di gedung eks-kantor DPRD Sulawesi Utara (SULUT), Sabtu 31 Oktober 2020 lalu.
Alhabsyi sangat menyayangkan akan apa yang terjadi dalam pentas seni tersebut karena dinilai sebagai salah bentuk  perbuatan yang tidak baik terhadap leluhur Mongondow yakni, Raja Loloda Mokoagow.
“Ini sudah mengundang unsur ras dan pelecehan dari pada pendahulu kami dari Raja Loloda Mokoagow. Saya sangat menyayangkan, yang bisa terjadi ada hubungan yang begitu baik  di Sulut, di antaranya Minahasa dan Bolmong yang tidak pernah saya baca sejarah ada pertempuran atau pertengkaran apalagi perebutan wanita di Sulut antara Raja Mongondow dengan perempuan dengan masyarakat Minahasa. Tapi ini ditampilkan dalam seni yang penuh problem,” jelas Yusra.
Dirinya pula menyayangkan sikap Kadis Kebudayaan dimana pagelaran budaya yang disponsori pemerintah pusat dan juga kepala dinas kebudayaan tersebut hadir namun oleh Kadis Kebudayaan tidak melakukan klarifikasi.
“Ini yang membuat saya geram dimana ada dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut tapi tidak ada klarifikasi oleh Pemerintah Provinsi,” tegas Anggota Komisi IV ini sambil  menyatakan protes kepada Kementerian Kebudayaan.
Yusra pun berharap agar Pjs Gubernur Agus Fatoni bisa tegas kepada Kepala Dinas Kebudayaan Sulut karena pasca kejadian tersebut tidak ada upaya menetralisasi isu yang berkembang di tingkatan masyarakat.
Selain itu dirinya meminta agar Pemerintah Provinsi bisa menfasilitasi anggaran khusus dalam rangka untuk membuat cerita rakyat dalam konteks kebudayaan di Sulut  serta  keharmonisan kita di Sulut.
Atas interupsi yang dilakukan oleh Yusra tersebut, DPRD telah mengagendakan untuk RDP dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut.* (jane)

SHARE

LEAVE A REPLY