Jems Tuuk Terjang ‘Baja’, Minta Kapolri dan Kejati Sulut Bebaskan 29 Penambang Emas di Sangihe

0
348
Suasanq di Ruang Rapat Serba Guna DPRD Sulut saat penyampaian aspirasi bersama Lintas Komisi dan Dinas terkait di lingkup Pemprov Sulut, Selasa (15/9/2020).
Suasanq di Ruang Rapat Serba Guna DPRD Sulut saat penyampaian aspirasi bersama Lintas Komisi dan Dinas terkait di lingkup Pemprov Sulut, Selasa (15/9/2020).

CINTASULUT.COM,- Ditangkapnya 29 penambang rakyat di Kepulauan Sangihe beberapa waktu lalu membuat Ketua DPW Asiosasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Sulut, Ir.Julius Jems Tuuk berang. Berbagai upaya dilakukan Putra Totabuan ini untuk membebaskan 29 penambang emas di lahan tambang rakyat.
Kali ini, gema tersebut kembali dilantangkan Jems Tuuk di gedung kantor DPRD Sulut saat penyampaian aspirasi bersama Lintas Komisi dan Dinas terkait di lingkup Pemprov Sulut.
“Apapun caranya, rakyat lagi susah. Kesejahteraan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” seru Tuuk yang juga Legislator di DPRD Sulut, Selasa (15/9/2020) di Ruang Rapat Serba Guna DPRD.
Lanjut disampaikan Tuuk, mirisnya lagi sehingga memicu kemarahan APRI Sulut, dugaan adanya oknum pejabat yang melakukan tindak korupsi dan sudah dilaporkan ke Polres Sangihe tetapi terkesan didiamkan.
“Maka kami menduga keputusan yang diambil melawan hukum. Tidak netral,” ucap Tuuk.
Untuk itu, Tuuk bersama pengurus dan anggota APRI Sulut meminta agar Kapolri dan Kejati Sulut melepas 29 penambang emas yang ditangkap Kepolisian Sangihe.
“Mereka hanya cari makan bukan untuk kaya. Ada sekitar 7000 orang, jangan pilih kasih. Mereka menambang di pertambangan rakyat, jadi tolong bebaskan mereka,” keluh Ketua APRI Sulut ini.
Namun demikian, dirinya tetap mendukung setiap program Kapolda Sulut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.* (jane)

SHARE

LEAVE A REPLY