JPKP Sulut Desak Petugas Medis RSUP Kandou Langgar Prokes Disanksi

0
135
Petronella Sundah, SH., CPCLE, Kepala Bidang Hukum DPW JPKP Sulut.
Petronella Sundah, SH., CPCLE, Kepala Bidang Hukum DPW JPKP Sulut..

CINTASULUT.COM,-  Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Sulawesi Utara (Sulut) lewat Kepala Bidang Hukum DPW JPKP Sulut, Adv. Petronella Sundah, SH., CPCLE menyikapi petugas medis covid 19 RSUP Prof.Kandou Manado khususnya para petugas ambulance yang dinilai lalai melaksanakan protokol kesehatan.
Menurutnya, sikap para petugas tersebut membahayakan masyarakat sekitar termasuk keluarga pasien.
“Petugas tersebut menghantar pasien ke gedung Palma yang menurut informasi bahwa gedung Palma merupakan gedung untuk pasien positip covid 19 yang sudah kritis/parah,” tutur Sundah yang juga seorang pengacara ini, Sabtu (16/1/2021) lewat whatsapp.

JPKP saat berada di lokasi.
JPKP saat berada di lokasi.

Seharusnya, lanjut Sundah, usai menjalankan tugas para medis wajib memastikan bahwa dirinya aman dari virus (baru) kemudian berbaur dengan masyarakat luar.
“Ini masih dengan APD lengkap yakni baju asmat usia mengantar pasien langsung berbaur dengan masyarakat di lingkungan situ. Kan, APD harus dilepas dan dibakar, bukannya sekali pakai,” ucap dia.
Untuk itu, tambah Sundah, JPKP meminta kepada manajemen agar petugas medis yang melanggar protokol kesehatan harus dikenakan sanksi.
“Ya harus seperti itu. Walapun vaksin sudah ada, menurut arahan bapak pembina kami pak Jokowi kita harus menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan,” tandas dia.
Sementara Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Manado, Dr. dr Jimmy Panelewen, Sp-B, KBD, saat menerima aspirasi tersebut langsung mengkonfirmasi ke pihak terkait.
Dan, jawaban yang diterimanya langsung dikirimkan lewat pesan Whatapp kepada wartawan cintasulut.com.
Bunyi pesan tersebut yakni: “Selamat pagi dokter saya sudah klarifikasi ke sopir ambulance, mereka bilang itu baru tiba di Palma untuk jemput pasien bawa (di) Nyiur, waktu itu sopir belum ada kontak dengan pasien, sementara menunggu pasien keluar, sopir ambulance kepanasan lalu berteduh, jauh dari masyarakat, sekali lagi yang bersangkutan memohon maaf atas kelalaiannya dalam menjalankan tugas”.* (jane)

LEAVE A REPLY