JPU Tuntut Tinggi, Mamalu: Tuntutan JPU Tidak Memenuhi Rasa Keadilan

Kasus Dugaan Korupsi RSJ Ratumbuysang TA 2015

0
25
Gedung RSJ Ratumbuysang
Gedung RSJ Ratumbuysang

CINTASULUT.COM,- Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan gedung baru Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang Tahun Anggaran 2015 yang mengakibatkan kerugian negera sekira Rp3,3 miliar dan menghantarkan tiga terdakwa yaitu JT alias Jermina, VJ alias Vanda, DL alias David ke kursi ‘pesakitan’ kini memasuki tahap pembacaan tuntutan. Dan dalam persidangan Rabu (30/5/2018) di Pengadilan Tipikor Manado ketiga terdakwa dituntut hukuman berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut Slamet Riyanto.
Adapun masing-masing terdakwa, Juni dituntut 4,5 tahun dengan denda Rp50 juta subsider 3 bulan. Terdakwa Vanda dituntut 5 Tahun denda Rp50 juta subsider 3 Bulan penjara, dan terdakwa David dituntut 4,3 tahun penjara denda Rp50 juta ditambah uang pengganti Rp.789.459.757.-
Menanggapi hal itu, Renhard Mamalu, Penasehat Hukum (PH) terdakwa David yang diwawancarai sejumlah awak media usai sidang mengatakan merasa kecewa dengan tuntutan tersebut. Menurutnya, tuntutan JPU tidak mencerminkan rasa keadilan kepada para terdakwa.
“Esensi dari pada tindak pidana korupsi itu kan adalah kerugian negara. Kerugian Negara yang dimaksud Jaksa itu sudah dikembalikan. Seluruhnya itu sudah dikembalikan. Lalu, apa lagi Jaksa mau cari di situ,” tegas Mamalu seraya menambahkan bila tuntutan itu terlalu berat dan tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat.
Dalam persidangan itu, lanjut Mamalu, terbukti bahwa ahli yang diajukan oleh Jaksa ternyata tidak dapat membuktikan hal-hal yang dijadikan dasar penuntut umum sebagai dakwaan.
“Misalnya, Ahli mengatakan ada material yang nol, setelah kita sidang lokasi ternyata itu ada materialnya. Dan dia mengatakan bahwa itu adalah kekeliruan dia,” papar Mamalu.
Oleh karena itu, Mamalu sangat mengharapkan pihak jaksa secara bersama-sama mencari kebenaran materil, kebenaran hakiki.
Masih oleh Mamalu, sidang agenda pledoi atau pembelaan terdakwa pekan depan, bersama Tim akan meminta kliennya dibebaskan.
“Kerugian negara yang dimaksud sudah dikembalikan. Dia harus dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan jaksa. Sebenarnya itu menjadi pertimbangan JPU. Tapi ini sama sekali tidak ada pertimbangan itu yang dimaksud,” tandasnya.* (jane)

==========

Tulisan lain:

 

SHARE

LEAVE A REPLY