JT Resmi Jadi Tahanan Kejati Sulut

Kasus Dugaan Tipikor Proyek Pemecah Ombak di Desa Likupang Dua Kabupaten Minahasa Utara TA 2016

0
25
JT alias Junjungan (kemeja putih) saat ditetapkan jadi tahanan Kejati Sulut, Senin (14/5/2018).
JT alias Junjungan (kemeja putih) saat ditetapkan jadi tahanan Kejati Sulut, Senin (14/5/2018).

CINTASULUT.COM,- Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara TA 2016, di Desa Likupang Dua Kabupaten Minahasa Utara (Minut), atas nama JT alias Junjungan, selaku Mantan Direktur Tanggap Darurat BNPB 2016, resmi jadi tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Senin (14/5/2018) sore tadi. Ini berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor : PRINT- 02/R.1/Fd.1/05/2018 tanggal 14 Mei 2018.
Dikatakan Yoni E. Mallaka, SH, Kasi Penkum Kejati Sulut, lewat rilis yang dikirim via pesan singkat WhatsApp, hari ini, penahanan dilakukan untuk selama 20 hari yaitu terhitung sejak hari ini sampai dengan tanggal 02 Juni 2018 di Lapas Kelas IIa Malendeng Manado.
Dan, berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka pada hari ini (14/05), Penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP.
Diketahui, JT alias Junjungan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara no. PRINT-114/R.1/Fd.1/02/2018 tanggal 13 Februari 2018.
Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp8,8 milyar tersebut, para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang Dua Kabupaten Minahasa Utara.
Terhadap tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY